{
    "biblio_id": 295,
    "title": "PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP SISTEM MAMAR SEBAGAI MODEL PERTANIAN TRADISIONAL DI DESA  BENLUTU KECAMATAN BATUPUTIH KABUPATEN  TIMOR TENGAH SELATAN",
    "type": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "gmd_name": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2020",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "PPLK 2020 p",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "635",
    "notes": "Penelitian Tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Sistem Mamar sebagai Model Pertanian Tradisional di Desa Benlutu Kecamatan Batuputih Kabupaten Timor Tengah Selatan telah dilaksanakan pada Agustus 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi masyarakat terhadap sistem mamar sebagai model pertanian tradisinal dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap system mamar.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey yang difokuskan pada petani pemilik mamar yang ada di Desa Benlutu yang tersebar di enam lokasi mamar, dengan jumlah petani mamar sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner dan wawancara mendalam kepada tokoh masyarakat\/tokoh adat yang ada di Desa Benlutu. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah persepsi masyarakat terhadap system mamar sebagai model pertanian tradisional. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi masyarakat Benlutu terhadap system mamar sebagai model pertanian tradisional terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang pertama berpandangan bahwa mamar tetap dipertahankan tanpa adanya upaya perbaikan dan kelompok kedua berpandangan bahwa mamar akan tetap dipertahankan dan ada upaya meningkatkan produktivitasnya. Faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap mamar sebagai model pertanian tradisional adalah faktor status sosial masyarakat dan status kepemilikan mamar.",
    "image": "MPLK_(1).jpg.jpg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ANASTASIA NOGO NAREK"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "ANASTASIA NOGO NAREK",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2024-06-21 10:22:05",
    "last_update": "2024-06-25 10:48:32"
}