{
    "biblio_id": 333,
    "title": "PENGARUH FREKUENSI PENYIRAMAN YANG BERBEDA  TERHADAP KANDUNGAN SERAT KASAR, HEMISELULOSA, DAN  LIGNIN PADA FODDER BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)",
    "type": "TUGAS AKHIR",
    "gmd_name": "TUGAS AKHIR",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "TPT 24",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "636",
    "notes": "This research took place for 4 months from August to November 2023 at Kolhua  and Bogor Agricultural University. The variables observed in this study were crude  fiber, hemicellulose, and lignin content. This study used a completely randomized  design (CRD) consisting of 3 treatments of watering frequency and 8 replications  so that there were 24 experimental units. The treatments tried were, P1: Watering  frequency once (30 ml in the morning), P2: Watering frequency twice (15 ml in the  morning and 15 ml at night), P3: Frequency of watering 3 times (10 ml morning,  10 ml midday, 10 ml afternoon). The analysis used was analysis of variance and  treatments that had a significant effect at the 5% level were continued with further  tests using Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the frequency of  watering had a very significant effect (p<0.01) on the levels of crude fiber,  hemicellulose, and lignin with averages of 5.12\u00b10.66%, 4.84\u00b10.48%, and  4.64\u00b10.31% respectively; 20.93\u00b10.40%, 21.44\u00b10.19%, and 21.71\u00b10.35% and  0.51\u00b10.05%, 0.63\u00b10.01%, and 0.73\u00b10.01%. The conclusion is that the frequency of  watering 3 times\/day using 30 ml\/day of water is the best watering frequency that  can reduce the crude fiber content and increase the hemicellulose and lignin content. \r\nPenelitian ini berlangsung selama 4 bulan sejak bulan Agustus - November  2023 di Kolhua dan Institut Pertanian Bogor. Variabel yang diamati dalam  penelitian ini adalah kandungan serat kasar, hemiselulosa, dan lignin. Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan  frekuensi penyiraman dan 8 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan.  Perlakuan yang dicobakan yaitu, P1:Frekuensi penyiraman 1 kali (30 ml pagi), P2  :Frekuensi penyiraman 2 kali (15 ml pagi dan 15 ml malam), P3: Frekuensi  penyiraman 3 kali (10 ml pagi, 10 ml siang, 10 ml sore). Analisi yang digunakan  adalah analisis varians dan perlakuan yang berpengaruh nyata dalam taraf 5%  dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penyiraman berpengaruh sangat nyata  (p<0,01) terhadap kadar serat kasar, hemiselulosa, dan lignin dengan rataan masing\ufffemasing adalah 5.12\u00b10.66%, 4.84\u00b10.48%, dan 4.64\u00b10.31% ; 20.93\u00b10.40%,  21.44\u00b10.19%, dan 21.71\u00b10.35% serta 0.51\u00b10.05%, 0.63\u00b10.01%, dan 0.73\u00b10.01%.  Kesimpulannya bahwa frekuensi penyiraman sebanyak 3 kali\/hari dengan  menggunakan air sebanyak 30 ml\/hari merupakan frekuensi penyiraman terbaik  yang mampu menurunkan kandungan serat kasar serta meningkatkan kandungan  hemiselulosa dan lignin.",
    "image": "PETERNAKAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ANJAS GLORYADI MARYON NONI"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "ANJAS GLORYADI MARYON NONI",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-03-12 09:17:56",
    "last_update": "2025-03-12 10:26:17"
}