{
    "biblio_id": 382,
    "title": "PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI UPTD KPH WILAYAH KABUPATEN MANGGARAI",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2020",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH ANJ 20",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Hutan merupakan suatu kawasan luas yang didominasi oleh tumbuhan berkayu,  semak, paku pakuan, rumput, jamur dan lainnya yang membentuk suatu kesatuan yang  saling mempengaruhi. Adapun tujuan dari Praktek Kerja Lapang (PKL) Kabupaten  Manggarai adalah sebagai berikut, Untuk mengetahui dan melaksanakan aspek aspek  yang termasuk dalam kegiatan manajemen hutan, kegiatan sivikultur dan kegiatan  teknologi hasil hutan. Metode yang digunakan adalah metode wawancara, observasi,  studi pustaka dan dokumentasi. Bidang manajemen hutan meliputi kegiatan HKmdengan luasan kawasan Hkm  175 Ha, dan masing-masing Kepala Keluarga (KK) mendapat 1 Ha untuk dikelola  menggunakan sistem penanaman tumpang sari. Tanaman yang paling dominan pada  areal lahan tersebut ialah tanaman kopi, karena wilayah kabupaten Manggarai  merupakan wilayah penghasil kopi dengan harga pasar 1 kg Rp. 35.000. Masyarakat  desa Golo Worok juga menanam tanaman lain yakni, tanaman semusim yang ditanam di  bawah tegakan seperti seperti jahe dan kunyit dengan jarak tanam 30 cm x 30 cm dan  tanaman perkebunan seperti nangka, pisang, cengkeh, advokad, jambu, ubi kayu, dan  bawang merah yang menggunakan jarak tanam 2m x 2m serta terdapat tanaman  kehutanan seperti mahoni(Swetenia mahagoni) sengon (Albize chinensis), ampupu (Eucalyptus urophilla) dan suren (Toona) dengan jarak tanam 3 m x 3 m yang berfungsi  sebagai pagar atau tanaman pelindung. Bidang silvikultur meliputi kegiatan penanaman. Praktek pada bidang silvikultur  ini adalah kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Denganluas keseluruhan 2 Ha  dan luas lahan yang di gunakan untuk penanaman ialah 1 Ha dengan jumalah 1000  anakan dan jarak tanam 3 m x 3 m. , dengan jenis tanaman yang ditanam adalah anakan  Ara (Ficus carica), anakan kayu manis (Cinnamomun ferum)dan anakan ngantol  (Ngantol lingo). Bidang teknologi hasil hutan terdiri atas dua yaitu teknologi hasil hutan  kayu dan teknologi hasil hutan non kayu. Kegiatan teknologi hasil hutan kayu ialah  penggergajian kayu. Dengan pengolahan penggergajian Kayu dari kayu bulat menjadi  bahan kayu setengah jadi seperti papan, balok, dan kusen.  Kegiatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK. Kegiatan pengolahan porang  menghasilkan chips porang yang siap di pasarkan dikemas dalam karung 100 kg. Kegiatan ekowisata ini lebih terfokus pada pembuatan dan menyiapkan sarana dan  prasarana. Pelaksanaan dari kegiatan ekowisata itu yakni membuat tulisan(papan  informasi), serta menyiapkan fasilitas seperti toilet, tempat istrahat bagi pengunjung,  dan membuat tempat sampah yang terbuat dari bambu, serta membuat lopo.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ANJELINA DUE"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "ANJELINA DUE",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-01 10:49:05",
    "last_update": "2025-09-01 10:49:05"
}