{
    "biblio_id": 392,
    "title": "PERSEPSI WISATAWAN LOKAL DAN STRUKTUR  VEGETASIEKOWISATA MANGROVE DI OESAPA BARAT",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2022",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH TEO 22",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Kelurahan Oesapa Barat memiliki hutan mangrove yang cukup luas dan  dikelilingi oleh permukiman penduduk. Masyarakat di lingkungan sekitar hutan  mangrove sering memanfaatkan hutan mangrove tersebut sebagai penyangga  dalam kehidupan sehari-hari. Ekosistem mangrove baik secara sendiri maupun  secara bersama dengan ekosistem padang lamun dan terumbu karang berperan  penting dalam stabilisasi suatu ekosistem pesisir, baik secara fisik maupun secara  biologis, disamping itu ekosistem mangrove merupakan sumber plasma nutfah  yang cukup tinggi (Kusmana, 2002) Praktek kerja Lapang ini dilaksankan di Kawasan Ekowisata Mangrove  Oesapa Barat. Tujuan dari Prakter Kerja Lapang ini yaitu: untuk mengetahui  persepsi wisatawan lokal terhadap penilaian ekowisata mangrove di hutan  Mangrove Pantai Oesapa Barat dan Melakukan Analisis Vegetasi. Metode  pengambilan data untuk analisi vegetasi yaitu: line plot sampling. Adapun metode  pengumpulan yang di gunakan adalah observasi, studi pustaka, wawancara dan  praktek langsung. Adapun hasil quisioner persepsi wisatawan lokal terhadap daya tarik wisata  terhadap ekowisata mangrove di Oesapa Barat yaitu dari 36 responden yang di  jadikan sampel, dari segi pemandangan alam terdapat 36 orang menyatakan sangat  menarik dengan nilai pesentase 100% dari segi tumbuh \u2013 tumbuhan terdapat pada  kriteria menarik terdapat 28 orang dengan nilai persentase 78%dari segi tempat  rekreasi terdapat 20 orang menyatakan sangat menarik dengan nilai pesentase  56%. Danterhadap kondisi ekowisata mangrove Oesapa Barat, dari segi  kebersihan sebannya 23 orang menyatakan sangat baik dengan nilai pesentase  64% dari segi infrastruktur sebanyak 30 orang menyatakan sangat baik dengan  nilai persentase 83% dari segi sarana dan prasarana sebanyak 21 orang  menyatakan sangat baik dengan nilai persentase 58%.  Adapun hasil analisis vegetasi yang sudah dilakukan yaitu pada tingkat  semai ditemukan satu jenis vegetasi yaitu: Rhizopora Apiculatadengan nilai INP  sejumlah 200%. Pada tingkat pancang ditemukan tiga jenis vegetasi yaitu:  Rhizopora Apiculatadengan nilai INP sebesar 95%, Sonneratia Albadengan nilai  INP sejumlah 76%dan Api-apidengan nilai INP sebesar 29% . Sedangkan pada tingkat pohon ditemukan 4 jenis vegetasi yaitu: Rhizopora Apiculatadengan nilai  INP 79,57%, Sonneteria Albadengan nilai INP sejumlah 106%, Api-api dengan  nilai INP sejumlah 30% dan Burguiera clylindicadengan nilai INP sejumlah 85%.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "TEODORIKUS ADIJAYA HARUN"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "TEODORIKUS ADIJAYA HARUN",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-01 14:35:04",
    "last_update": "2025-09-01 14:35:04"
}