{
    "biblio_id": 394,
    "title": "PERSEPSI, MOTIVASI DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI ELANG FLORES (Nisaetus floris) DI TAMAN NASIONAL KELIMUTU",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2022",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH EGI 22",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Indonesia memiliki 71 jenis burung pemangsa (raptor), di antaranya ada 10  spesies endemic, salah satunya dengan kategori terancam punah (endangered)  yaitu Elang Fores. Elang Flores (Nisateus floris) merupakan jenis elang endemik  yang penyebarannya meliputi wilayah Sunda Kecil dengan sebaran terbatas pada  tiga wilayah yaitu Lombok, Sumbawa dan Flores. Gamauf et al., (2005)  mengemukakan bahwa Elang Flores memiliki ukuran tubuh (+ 50 cm), warna  tubuh coklat kehitam - hitaman, dada dan perut berwarn putih keabuan dengan  corak tipis berwarna coklat kemerahan, serta terdapat enam garis (strip) coklat pada  ekor yang merupakan ciri pembeda dengan dengan jenis elang lainnya. Hal  pembeda yang paling menonjol adalah bagian tepi dalam sayap yang transparan,  terlihat berkilauan ketika terkena sinar matahari. Saat ini Elang Flores bisa ditemukan di beberapa lokasi, salah satunya adalah  Taman Nasional Kelimutu. Taman Nasional itu sendiri merupakan kawasan  pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli dikelola dengan sistem zonasi  yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, pendidikan, penunjang budidaya,  pariwisata, dan rekreasi alam (Departemen Kehutanan dan Perkebunan, 2018).  Habitat Elang Flores di Taman Nasional Kelimutu dijumpai pada dataran rendah  yang memiliki ketinggian hingga 1.000 mdpl. Saat ini populasi Elang Flores  semakin menurun dan terancam punah. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor di  antaranya perubahan habitat, penebangan hutan dan perburuan liar (KSADE, 2019).",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "EGILDIUS ANU"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "EGILDIUS ANU",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-01 14:45:59",
    "last_update": "2025-09-01 14:45:59"
}