{
    "biblio_id": 395,
    "title": "ZONASI VERTIKAL KETERSEDIAAN HAYATI Zn DI BENTANG  ALAM KARST TROPIS :",
    "type": "LAPORAN PENELITIAN DOSEN",
    "gmd_name": "LAPORAN PENELITIAN DOSEN",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2025",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "PENDOS MPLK MIK 25",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Defisiensi Zn merupakan tantangan mikronutrien serius yang  mempengaruhi lebih dari 2 miliar orang global, dengan bentang alam karst tropis  menunjukkan kerentanan khusus hingga 48% prevalensi dibandingkan 17% pada  tanah non-karst. Wilayah karst Asia Tenggara seluas 800.000 km\u00b2 mengalami  deplesi Zn dengan pola zonasi vertikal konsisten, dimana konsentrasi Zn  bioavailable menurun hingga 73% setiap kenaikan 500 meter elevasi. Model  prediktif existing masih terfragmentasi dan hanya mampu menjelaskan 42-67%  variabilitas spasial Zn karena gagal mengintegrasikan proses pedogenik dengan  kontrol topografi secara mekanistik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan  model prediktif terintegrasi yang menggabungkan pemahaman mekanistik proses  pedogenik dengan analisis spasial gradien topografi untuk memprediksi  ketersediaan hayati Zn di sepanjang gradien elevasi pada bentang alam karst  tropis dengan target akurasi >85%. Metode penelitian menggunakan desain survei  lapangan kuantitatif di Kelurahan Soe dan Desa Kuatae, NTT, dengan sampling  transek sistematis pada empat posisi lereng (elevasi 165-285 mdpl) dan empat  kedalaman tanah (0-100 cm). Analisis ketersediaan hayati Zn menggunakan  metode DTPA dan EDTA, disertai parameter pendukung pH, C-organik, KTK, dan  tekstur tanah. Model prediktif dikembangkan melalui regresi linear berganda  dengan validasi split-sample 80:20. Hasil penelitian menunjukkan model prediktif  berhasil dikembangkan dengan akurasi tinggi (R\u00b2 = 0.823-0.915) yang meningkat  dari lereng atas ke lembah. Ketersediaan Zn menunjukkan penurunan sistematis  seiring kedalaman (73% penurunan dari horizon A ke Bw2) dan elevasi (korelasi  negatif r = -0.567). Karbon organik dan KTK berperan sebagai prediktor terkuat (r  = 0.834 dan 0.715). Zonasi vertikal menunjukkan 62.5% lokasi lapisan permukaan  memiliki status tinggi-sangat tinggi yang menurun drastis menjadi 18.75% pada  lapisan bawah. Validasi independen menghasilkan akurasi excellent dengan rata\uffferata error \u00b12.97% dan R\u00b2 validasi 0.892. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model prediktif terintegrasi berhasil menjelaskan zonasi vertikal ketersediaan Zn  dengan mengintegrasikan proses biogeokimia dan kontrol topografi, memberikan  tools untuk sistem peringatan dini berbasis elevasi dan optimasi pemupukan  spesifik-lokasi dengan potensi penghematan input hingga 40%.",
    "image": "POLITANI_1.jpg.jpg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "Mika Sampe Rompon, SP., M.Si"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "Mika Sampe Rompon, SP., M.Si",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        },
        {
            "authors": {
                "author_name": "Julianus Dising, ST., M.Si",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-01 14:53:39",
    "last_update": "2025-09-01 14:53:39"
}