{
    "biblio_id": 405,
    "title": "KARAKTERISTIK HABITAT TEMPAT BERTELUR PENYU DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM MENIPO",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2023",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH MAR 23",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Penyu merupakan reptil yang hidup di laut serta mampu bermigrasi  dalam jarak yang sangat jauh di sepanjang kawasan samudera hindia, samudera  pasifik dan asia tenggara. Kondisi populasi penyu saat ini semakin berkurang dan  keberadaannya telah lama terancam, baik oleh faktor alam maupun faktor kegiatan  yang dilakukan oleh manusia yang membahayakan populasinya secara langsung  maupun tidak langsung. Tujuan dari kegiatan praktek kerja lapang yang dilakukan  untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh lingkungan terhadap pemilihan  lokasi bertelur penyu. Metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi,  dokumentasi, studi pustaka dan praktek langsung.  Karakteristik habitat tempat bertelur berada pada suhu pasir 25\u2070C-34\u2070C  dengan kriteria pasir putih memiliki substrat halus dan tidak berbatu, aman dari  gangguan predator, jauh dari pengaruh pasang surut air laut. Penyu betina yang  muncul untuk bertelur adalah penyu lekang yang memiliki jumlah telur 123 butir,  jumlah telur penyu berbeda-beda dikarenakan penyu yang pertama kali mendarat jumlah telurnya akan sedikit dibandingkan dengan penyu yang sering muncul atau  sudah beberapa kali mendarat untuk bertelur jumlah telur yang dihasilkannya lebih banyak. Ukuran penyu lekang dengan panjang tubuh 91 cm, sarang tempat  bertelur penyu terletak pada kedalaman 45 cm dan serta diameter lubang sarang  bertelur penyu 23 cm. Jenis vegetasi yang berada di sekitar habitat penyu terdiri  dari Cemara Laut, Butun, Kesambi, Asam, Lamtoro, Waru, Ketapang,  Kedondong, Kepok, dan Kepuh. Dari beberapa vegetasi tersebut yang paling  mendominasi di sekitar habitat penyu baik dari tingkat semai, pancang, tiang dan  pohon adalah jenis Cemara Laut.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "MARIA CELESTIN ANGEL PARERA"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "MARIA CELESTIN ANGEL PARERA",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-02 09:04:49",
    "last_update": "2025-09-02 09:04:49"
}