{
    "biblio_id": 406,
    "title": "ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN BERKAYU DI SAVANA TAMAN WISATA ALAM PULAU MENIPO",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2023",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH AGU 23",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah baik potensi  sumber daya alam yang berada di daratan maupun di laut. Hutan merupakan sumber  daya alam di darat yang sangat kaya dengan berbagai macam produk yang dihasilkan. Kekayaan sumber daya alam tersebut digunakan sebagai modal dasar pembangunan  sehingga harus dilindungi dan dilestarikan agar dapat dimanfaatkan secara optimal,  khususnya bagi kesejahteraan masyarakat. Savana merupakan ekosistem yang kurang stabil, keseimbangannya  tergantung iklim, api, penggunaan oleh marga satwa dan lain-lain. Upaya  melestarikan ekosistem savana diperlukan kegiatan manipulatif seperti pembakaran  terkendali, pengaturan populasi satwa, penebangan vegetasi dan lain-lain. Pada  proses pembakaran, api sering membinasakan tumbuhan berkayu, tumbuhan dikotil  dan palma lain, tanpa menimbulkan kerusakan berarti pada rimpang rerumputan di  bawah tanah. Hal ini berbeda dengan kondisi hutan hujan pada umumnya yang  menghendaki sesedikit mungkin campur tangan manusia untuk menjaga klimaks  ekologi dan memungkinkan berlangsungnya regenerasi. Pada umumnya savana  mengalami masa kekeringan lebih panjang dari pada hutan (Sabano, 2001). Taman Wisata Alam Menipo merupakan salah satu destinasi wisata alam  yang terdapat di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki  berbagai macam flora dan fauna yang hidup di dalamnya. Potensi flora dan fauna  yang dimiliki TWA Menipo cukup bervariasi karena terdapat beberapa ekosistem di antaranya adalah ekosistem savana, hutan pantai, dan hutan mangrove. Taman  Wisata Alam Menipo yang dikelola oleh Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya  Alam (BBKSDA) Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki luas sekitar 2449,5 ha  (BBKSDA, 2018).",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "AGUSTINUS TIMU LOSOR"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "AGUSTINUS TIMU LOSOR",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-02 09:21:17",
    "last_update": "2025-09-02 09:21:17"
}