<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="433">
<titleInfo>
<title><![CDATA[EKSPLORASI POTENSI JENIS BURUNG DI HUTAN LINDUNG  MUDAKAPUTU KECAMATAN ILEMANDIRI KABUPATEN FLORES  TIMUR]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEFRI ALEKS TITUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aah Ahmad Almulqu, S.Hut., M.Si., Ph.D</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Blasisus Paga, S.Hut., M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Melkianus Pobas, ST., M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Flora Evalina Ina Kleruk, S.Hut., M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>UPA. Perpustakaan Politani Kupang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[KUPANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[13]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Burung merupakan salah satu jenis satwa yang sangat terpengaruh  keberadaannya akibat alih guna lahan hutan, terutama pada lahan-lahan pertanian  seperti perkebunan jagung. Hilangnya pohon hutan dan tumbuhan semak, hilang pula  tempat bersarang, berlindung dan mencari makan bagi berbagai jenis burung.  Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan jenis  burung di berbagai tipe habitat yaitu perkebunan pertanian. Pengamatan dilakukan pada pukul 06.00-09.00 WITA pagi hari dan 15.00-18.00  WITA pada sore hari. Semua burung yang terlihat dan terdengar pada radius 200 m  dihitung dan dicatat jenisnya. waktu kurang lebihnya 10 menit. Teknik pengambilan data dan point count mengunakan metode transek jalur. Transek jalur merupakan cara pengamatan satwa  liar yang berbentuk unit contoh dari jalur pengamatan. Sebelum melakukan  pengamatan perlu mempersiapkan panjang dan lebar jalur yang di pengaruhi oleh  tutupan vegetasi ketika berada di lapangan. Pengamatan akan menentukan titik awal  yang di lalui dari setiap jalur pengamatan. Waktu awal dan akhir pengamatan juga  harus di catat baik-baik. Hasi jenis burung yang di temukan di Desa Mudakaputu sebanyak 6 jenis suku  burung. Keanekaragaman jenis burung merupakan salah satu aspek penting dalam  kajian komonitas, dari hasi pengamatan menunjukan nilai indeks keanekaragaman  jenis burung 2.7685, yang berarti indeks keanekaragaman jenis burung masuk dalam  kategori sedang sehingga kondisi ekosistem cukup sehingga antara pakan dan  keberadaan burung dan banyaknya burung yang di temukan yaitu karna keterbukaan  tajuk mempengaruhi banyaknya jenis burung yang di temukan, semakin terbuka  tutupan tajuknya makan makin banyak burung yang akan di temukan di bandingkan  dengan habitat yang tajuknya rapat dan tertutup, hal ini sesuai dengan hasil pengamatan  yang saya lakukan.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[54453]]></ministry><studentID><![CDATA[2023805012]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240703]]></identifier><departementID><![CDATA[KEHUTANAN]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository Politeknik Pertanian Negeri Kupang Repository - UPA Perpustakaan]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[MSDH DEF 24]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="415" url="" path="/REPOS.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[DEFRI ALEKS TITUS LEO]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[KEHUTANAN.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[433]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-03 07:55:02]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-03 07:55:02]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>