{
    "biblio_id": 435,
    "title": "TEKNIK PERBANYAKAN STEK PUCUK JATI PLUS PERHUTANI SECARA VEGETATIF DI RPH WUNGU  BKPH DUNGUS KPH MADIUN PERUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL II JAWA TIMUR",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH MER 24",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Jati (Tectona grandis Linn f.) terkenal sebagai kayu bermutu tinggi, termasuk  dalam famili Lamiaceae. jati merupakan jenis kayu yang paling banyak diminati  terutama untuk furnitur karena didukung oleh sifat yang baik. Salah satu jenis jati  cepat tumbuh yang diunggulkan dan banyak ditanam saat ini adalah Jati Plus  Perhutani (JPP). JPP (Jati Plus Perhutani) dikembangkan melalui proses  pemuliaan pohon lalu diperbanyak melalui teknik kultur jaringan, kebun benih  klonal dan stek pucuk. Salah satu kelebihan jati ini dibandingkan jati  konvensional terletak pada ukuran batang pohon (diameter) dan tinggi batang  bebas cabangnya (Sumarni & Muslich, 2008). Stek pucuk merupakan perbanyakan vegetatif tanaman yang dilakukan  dengan memanfaatkan tunas atau terubusan dari batang muda yang masih dalam  tahap pertumbuhan. Pengembangan teknik stek pucuk dilakukan untuk  memproduksi bibit secara masal. Keuntungan dari cara ini adalah anakan hasil  perbanyakan membawa seluruh sifat induknya, pelaksanaannya dan dapat  dilakukan dengan cara yang mudah dan murah (low technology). Pengembangan  teknik stek pucuk diawali dengan pembangunan kebun pangkas sebagai sumber  penghasil tunas untuk bahan stek pucuk. Dalam kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) yang dilakukan di Bagian  Kesatuan Pemangkuan Hutan, Resort Pemangkuan Hutan Wungu, Kesatuan  Pemangkuan Hutan Madiun telah dilakukan kegiatan persemaian stek pucuk JPP,  terdapat beberapa tahapan yang dilalui dalam pelaksanaan kegiatan yaitu  mempersiapkan media tanam, pemanenan pucuk JPP, penanaman pucuk JPP dan  pemeliharaan pada bedeng induksi akar, bedeng aklimatisasi, bedeng shading  area, dan bedeng open area.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "MERLIN CHATRIN ATAUPAH"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "MERLIN CHATRIN ATAUPAH",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-03 08:04:16",
    "last_update": "2025-09-03 08:04:16"
}