{
    "biblio_id": 436,
    "title": "PEMELIHARAN TANAMAN HASIL REHABILITASI KEMIRI ( Aleurites moluccanus ) DAN MERBAU &#47; KEDIMBIL ( Intsia  bijuga ) DI KAWASAN HUTAN KALADAWOGO ( RTK. 20 ) UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH KPH KABUPATEN SUMBA BARAT",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH VER 24",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Kawasan hutan KPH Unit XII Sumba Barat memiliki lahan kritis mencapai  32,18% dan lahan agak kritis mencapai 47,82% dari keseluruhan luas lahan,  sehingga perlu dilakukan kegiatan rehabilitasi lahan. Oleh karena itu, maka upaya  untuk mengendalikan laju kerusakan huatan dan lahan tersebut pemerintah telah  menerbitkan peraturan pemerintah nomor 76 tahun 2008 tentang Rehabilitasi  hutan dan lahan. UPTD Wilayah Kabupaten Sumba Barat telah melakukan  Program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL\/Gerhan) yang pembiayaannya berasal dari Dana BPDAS Benain Noelmina. Kegiatan  reboisasi rehabilitasi hutan dan lahan tanaman kemiri (Aleurites moluccanus) dan  merbau (Intsia bijuga) sudah berjalan kurang lebih tiga tahun dan berdasarkan  hasil pengamatan dilapangan banyak ditemukan tanaman yang mati dan  kekeringan, maka perlu dilakukan kegiatan pemeliharaan dan sudah dilanjutkan  dengan kegitan pemeliharaan pada tahap II. Adapun Tujuan dari praktek kerja  lapang ini adalah Mengetahui kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan oleh  UPTD KPH Sumba Barat dan mengetahui persentase keberhasilan pemeliharaan  tanaman tahap II melalui kegiatan monitoring dan evaluasi keberhasilan tanaman. Adapun metode yang digunakan antara lain observasi, praktek langsung,  dokumentasi dan studi pustaka. yaitu survei lokasi penanaman, `jenis tanaman,  luas lahan, jarak tanam, pada praktek kerja lapang ini data primernya meliputi:  tinggi tanaman, kriteria tanaman, persentase tumbuh tanaman dan pemeliharan  tanaman. Adapun Pemeliharaan yang dimaksud meliputi pendangiran,  penyiangan, penyulaman, pemupukan. persentase keberhasilan tanaman kemiri  dan merbau di kawasan hutan Kaladawogo tahap II pada blok I termasuk dalam  kategori kurang berhasil dengan persentase sebesar 69,09 %, sedangkan pada blok  II termasuk dalam kategori Berhasil dengan persentase sebesar 77,92%.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "VERONIKA DOPO"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "VERONIKA DOPO",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-03 08:07:39",
    "last_update": "2025-09-03 08:07:39"
}