{
    "biblio_id": 440,
    "title": "PEMELIHARAAN TEGAKAN JATI MELALUI PEMBUATAN PETAK COBA  PENJARANGAN (PCP) PADA PETAK 10E-2 BKPH PETUNG, KPH SARADAN  PERUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL JAWA TIMUR",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH MAR 24",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Penjarangan merupakan salah satu tindakan silvikultur untuk meningkatkan  pertumbuhan dan kualitas tegakan tinggal. Kegiatan penjarangan dilakukan pada  suatu tegakan dalam kegiatan industri kayu, salah satunya dilakukan di Perum  Perhutani yang diawali dengan kegiatan pembuatan Petak Coba Penjarangan (PCP).  Petak Coba Penjarangan merupakan petak berbetuk lingkaran yang memiliki jari\ufffejari 17,8 meter atau luas 0,1 Ha yang mewakili luasan area 4 Ha yang dibuat untuk  menentukan pohon yang masuk dalam PCP. Tujuan praktek lapang adalah untuk mengetahui manfaat dilakukan penjarangan serta mengetahui teknik pembuatan  Petak Coba Penjarangan (PCP) di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Petung,  Kesatuan Pemangkuan Hutan Saradan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui kajian pustaka,  wawancara, praktik langsung di lapangan dan observasi, dokumentasi serta  melakukan analisis data. Hasil praktek dilapangan menunjukkan bahwa dalam  kegiatan pembuatan PCP yang dilakukan di petak 10E-2 di BKPH Petung dengan  luas petak 3 Ha merupakan tegakan jati berumur 18 tahun dan diperoleh jumlah  pohon di dalam petak sebanyak 45 pohon dengan jumlah pohon normal 45 pohon  sehingga tidak ada pohon yang akan dijarangi dalam petak. Rata-rata nilai keliling  pohon sebesar 30,06 cm, rata-rata tinggi peninggi adalah 17,04 m, diperoleh bonita  pada kelas III, dengan total volume pohon yang ada di dalam petak adalah 2,523 serta jarak antar pohon berdasarkan umur tanaman 18 tahun dan bonita kelas III  pada tabel tegakan tinggal jati adalah 4 meter. Kegiatan penjarangan perlu  dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kayu jati yang dihasilkan seperti  batang dan diameter yang lebih unggul dibandingkan tanaman yang tidak dilakukan  penjarangan serta dapat mengurangi dampak terjadinya kerusakan pada kayu akibat  penyakit dan hama pengganggu dan mengurangi persaingan memperebutkan  cahaya matahari dan unsur hara.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "MARIA GORETI KETONA TOBIN"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "MARIA GORETI KETONA TOBIN",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-03 08:21:24",
    "last_update": "2025-09-03 08:21:24"
}