{
    "biblio_id": 447,
    "title": "INVENTARISASI HUTAN ALAM SUB PEGUNUNGAN GOLO LUSANG DI TAMAN WISATA ALAM RUTENG",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH JOI 24",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Hutan adalah salah satu tempat dimana tersimpan kekayaan alam yang  menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup yang didominasi oleh kumpulan  pohon-pohonan dalam persekutuan alam dan lingkungannya yang satu dan  lainnya tidak dapat dipisahakan. Hutan mempunyai sejuta manfaat bagi  kehidupan manusia selain sumber bahan baku, juga mengatur tata air, habitat  sebagai tumbuhan dan satwa liar. Inventarisasi hutan adalah kegiatan dalam  sistem pengelolaan hutan untuk mengetahui kekayaan yang terkandung di dalam  suatu hutan pada saat tertentu. Taman Wisata Alam Ruteng yang memiliki luas  keseluruhan adalah 32.248,60 hektar. Data-data potensi volume dan jumlah  pohon di TWA Ruteng sangat diperlukan dalam menyusun perencanaan dalam  pengembangan hutan, namun diketahui belum banyak data mengenai hal tersebut  maka penulis melakukan kegiatan Inventarisasi di Hutan Alam Sub Pegunungan  Golo Lusang TWA Ruteng. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui potensi hutan alam yang  terdapat di kawasan hutan alam sub pegunungan Golo Lusang TWA Ruteng.  Kegiatan Praktek Kerja Lapang dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2022  sampai dengan tanggal 1 April 2022. Jenis data yang dikumpulkan berupa data  primer dan data sekunder melalui observasi, survey lokasi, dokumentasi dan  studi pustaka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini, yaitu metode jalur  berpetak secara sistematik. Petak ukur yang digunakan berbentuk peregi dengan  ukuran 20 m x 20 m. Intensitas sampling yang digunakan adalah 5% dengan luas  kawasan 15 Ha. Maka berdasarka IS 5% luas kawasan yang menjadi sampel  adalah 0,75 Ha dengan jumlah 19 petak ukur.  Hasil analisis potensi invetarisasi pohon kayu berdiri secara keseluruhan di Tegakan Hutan Alam Pegunungan Golo lusang seluas 15 Ha adalah taksiran  potensi volume pohon kayu berdiriberkisar antara 4.303,024 m3  - 5.391,53  m3 dan taksiran jumlah pohon berkisar antara 12.703 - 31.540 pohon.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "JOINALIUS RINGGI"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "JOINALIUS RINGGI",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-04 09:18:29",
    "last_update": "2025-09-04 09:18:29"
}