{
    "biblio_id": 450,
    "title": "INVENTARISASI TEGAKAN JATI (Tectona grandis Linn. F) KAWASAN HUTAN LINDUNG ROKORAKA MATALUMBU RTK. 45 UPTD KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH ANA 24",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Hutan merupakan suatu komunitas biologi yang didominasi oleh  kumpulan pepohonan tanaman keras yang mempunyai manfaat bagi kehidupan. Pengelolaan hutan secara lestari didasarkan pada prinsip, fungsi  dan status kawasan hutan yang harus dilakukan secara terencana dan  sistematis agar keberadaanya tetap terjaga. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) merupakan unit pengelolaan hutan menjamin eksistensi hutan dapat  dikelolah secara berkelanjutan sesuai fungsi pokok peruntukannya yang  dapat beroperasi jika terdapat rencana pengelolaan wiliyah dari kegiatan  inventarisasi hutan. Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) bertempat di Unit Pelaksana  Teknis Daerah KPH Wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya yang dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2023 sampai dengan 11 April 2023,  tentang inventarisasi potensi tegakan jati (Tectona grandis.Linn.F) pada  kawasan hutan lindung Rokoraka Matalumbu Kabupaten Sumba Barat  Daya. Tujuan dari kegiatan inventarisasi adalah untuk mengetahui potensi  tegakan jati pada kawasan hutan lindung Rokoraka Matalumbu. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder melalui observasi,  praktek langsung dan studi pustaka. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah sytematic  sampling. metode tersebut digunakan karena pengambilan data lebih cepat  dan relatif tepat dan metode ini juga bisa digunakan pada ukuran sampel  yang besar. Berdasarkan aturan petunjuk teknis inventarisasi hutan pada  kesatuan pengelolaan hutan lindung menggunakan klaster berbentuk persegi  yang di dalamnya terdapat 5 buah petak ukur pada setiap sudut dan tengah  klaster. Bagian terkecil yang digunakan berbentuk lingkaran dengan luas  0,1 ha (jari- jari 17,8 m) (P.I\/PKTL\/IPSDH\/PLA.1\/1\/2017). Intensitas  sampling yang digunakan adalah 10% dengan luas Kawasan 40 Ha dengan jumlah klaster sebanyak 4 buah, maka jumlah PU adalah 20 PU. Hasil analisis inventarisasi potensi menunjukkan bahwa volume rata - rata per\/PU adalah 24,05 m\u00b3\/PU, rata - rata per\/Ha adalah 240,5 m\u00b3\/Ha. Taksiran jumlah pohon rata - rata per\/PU adalah 11 pohon\/PU. Untuk  potensi keseluruhan tegakan jati pada kawasan hutan lindung Rokoraka  Matalumbu Desa Watukawula seluas 40 Ha adalah 8.216 m\u00b3 - 11.024 m\u00b3  dan jumlah pohon pada kawasan hutan lindung Rokaraka Matalumbu  dengan selang taksiran jumlah pohon 4.000 -5. 200 pohon.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ANASTASIA J.B.M SOWO"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "ANASTASIA J.B.M SOWO",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-04 09:33:38",
    "last_update": "2025-09-04 09:33:38"
}