{
    "biblio_id": 483,
    "title": "PRAKTEK KERJA LAPANG DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2020",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH MAR 20",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Hutan merupakan salah satu modal alamiah (naturalcapitals) yang sangat  penting sebagai sumberdaya alam (naturalresources) dan sumber dari beragam jasa  ekosistem\/lingkungan (ecosystemservices) yang dibutukan manusia dan makhluk  hidup lainnya. Keberadaan produk dan jasa yang disediakan hutan seperti kayu, hasil  hutan bukan kayu, air, biodiversitas, udara bersih, serapan karbon, wisata alam, dan  sebagainya menjadi bagian dari kebutuhan penting kehidupan manusia. Tujuan yang  ingin dicapai dari kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Kabupaten Timor Tengah  Selatan adalah agar mahasiswa: Mempelajari tentang Bidang Manajemen Hutan,  Bidang Silvikultur, dan teknologi hasil hutan di UPT KPH Wilayah Kabupaten  Timor Tengah Selatan. Kegiatan Praktek Kerja Lapang di rencanakan selama 3 (bulan) di UPT KPH  Wilayah Kabupaten TTS. Akan tetapi karena pandemi covid 19 kegiatan praktek  lapang dipercepat selama 1 (satu) bulan dimulai dari tanggal 24 Februari sampai  dengan 25 Maret 2020. Praktek Kerja Lapang ini manggunakan dua metode dalam pengambilan datanya yaitu metode Primer dan metode Sekunder. Adapun teknik pengumpulan datanya yaitu manggunakan teknik wawancara, observasi,  dokumentasi, dan Studi Literatur. Manajemen hutan yang dilaksanakan di lapangan mendapatkan data  inventarisasi hutan dengan memperoleh hasil pengolahan data inventarisasi hutan  tegakan mahoni diperoleh angka-angka dalam galat baku dan taksiran volume Rata\uffferata per ha pada taraf kepercayaan 95% untuk seluruh tegakan menjadi indikator  tingkat ketelitian suatu pendugaan. Dari perhitungan nilai presentase galat diperoleh  nilai sebesar 160% yang artinya data volume setiap pu\/contoh yang diamati sangat  beragam sehingga standart deviasinya tinggi. Dari perhitungan di atas nilai galat baku sebesar 3,83 atau nilai presentase galat adalah 160% yang berarti rendahnya  tingkat ketelitian suatu pendugaan. Indikasi rendahnya ketelitian terindikasi\/dilihat  dari data yang heterogen setiap PU dan hasil selisih taksiran volume maksimum dan  minimum tegakan yang besar yaitu 1.737,92 m3 . Rendahnya tingkat ketelitian dapat  dikurangi atau diminimalisir dengan cara memperbanyak petak contoh atau petak  ukur. Dalam hal ini dengan cara memperbesar Intensitas Samplingnya. Silvikultur adalah praktik pengendalian proses permudaan (penanaman),  pertumbuhan, komposisi, kesehatan, dan kualitas suatu hutan demi mencapai aspek\ufffeaspek ekologi dan ekonomi yang diharapkan. Silvikultur yang dilaksanakan di  lapangan memperoleh hasil yaitu kegiatan persemaian, pembersihan lahan,  penanaman dan keamanan hutan. Teknologi hasil Hutan yang dilaksanakan di lapangan memperoleh hasil yaitu  penggerggajian kayu dan Hasil hutan non memproleh hasil yaitu budidaya lebah  madu. Keuntungan Bersih merupakan Pendapatan (Rp. 6.000,000) dikurangi dengan  Biaya (Rp. 2.318.700) sehingga keuntungan bersih yang diperoleh selama satu tahun  adalah Rp. 3.681.300.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "MARIA ELISABETH BEKA MEO"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "MARIA ELISABETH BEKA MEO",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-08 09:41:04",
    "last_update": "2025-09-08 09:41:04"
}