{
    "biblio_id": 484,
    "title": "PRAKTEK KERJA LAPANG  DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH  KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN  WILAYAH KABUPATEN MANGGARAI",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2020",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH MAR 20",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di tingkat lokal sebagai  identitas manajemen baru dan permanen, secara langsung menangani  permasalahan yang ada dan memberikan dasar untuk tata kelola hutan yang lebih  baik, perencanaan manajemen sumber daya hutan, pemantauan dan keterlibatan  pemangku kepentingan. Selain itu, KPH akan memainkan peran kunci dalam  upaya lokal menuju pembangunan berkelanjutan ekonomi, mitigasi dan adaptasi  perubahan iklim serta konservasi keanekaragaman hayati. Sebagai lembaga di  tingkat tapak, KPH dapat menjadi simpul informasi dan koordinasi lintas sektoral  serta mengakomodir setiap kepentingan secara adil. KPH juga diharapkan mampu  memastikan program-program kehutanan yang lebih efektif dan efisien, baik  dalam rangka rehabilitasi lahan kritis, pemanfaatan hutan yang lestari,  pemberdayaan masyarakat maupun perlindungan hutan  Tujuan dari kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) adalah untuk  mengetahui pengelolaan hutan di UPTD KPH wilayah Kabupaten Manggarai dari  aspek manajemen hutan, silvikultur, konservasi dan ekowisata, serta teknologi  hasil hutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga minggu yaitu dari tanggal  2 \u2013 21 Maret. Data yang dikumpulkan dalam bentuk data primer dan sekunder.  Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode wawancara,  praktek langsung, metode observasi, dan studi pustaka.  Kegiatan PKL yang dilakukan di UPTD KPH Wilayah Kabupaten  Manggarai di bidang manajemen hutan adalah kegiatan tentang hutan  kemasyarakatan yang dilakukan dengan metode wawancara dan studi pustaka.  Selain itu, ada kegiatan pemanfaatan hutan Todo sebagai kawasan wisata alam,  yang meliputi kegiatan persiapan, pembuatan lopo serta pemasangan papan nama  dan papan identitas. Kegiatan di bidang silvikultur adalah kegiatan pembersihan  lahan, persiapan lahan, pembuatan lubang tanam, pemasangan ajir, dan  penanaman. Sedangkan kegiatan di bidang teknologi hasil hutan yaitu kegiatan  tentang teknologi hasil hutan kayu dan teknologi hasil hutan bukan kayu.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "MARSELINA SISILIA SEPE"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "MARSELINA SISILIA SEPE",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-08 10:17:11",
    "last_update": "2025-09-08 10:17:11"
}