{
    "biblio_id": 488,
    "title": "PRAKTEK KERJA LAPANG DI UNIT PELAKSANAN TEKNIS  KESATUAN PENGOLAHAN HUTAN  WILAYAH KABUPATEN MANGGARAI",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2020",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH ROB 20",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Masyarakat di Kabupaten Manggarai, hutan dinilai sebagai ibu dari kehidupan  masyarakat sepanjang waktu. Hutan menyediakan berbagai kebutuhan hidupnya,  seperti air bersih, hasil hutan kayu dan bukan kayu, pangan, obat tradisional, serta  perlindungan ekosistem wilayahnya.Tujuan dari kegiatan Praktek Kerja Lapang  (PKL) ini adalah untuk mengetahui kegiatan pengelolaan hutan di UPT KPH Wilayah  Kabupaten Manggarai dari aspek manajemen hutan, silvikultur, konservasi dan  ekowisata serta bidang teknologi hasil hutan.Data yang dikumpulkan dalam  melakukan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini terbagi menjadi dua, yaitu data primer  dan data sekunder.Data primer merupakan data yang diperoleh dengan cara observasi  di lapangan seperti konservasi, silvikultur, rehabilitasi hutan dan lahan. Sedangkan  data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung seperti, profil KPHL Ruteng (sejarah, visi dan misi, struktur organisasi, topografi, letak dan luas, dan  aksebilitas). Perhutanan sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari yang  dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak\/hutan adat yang  dilaksanakan oleh masyarakat stempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku  utama untuk meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan,dan dinamakan sosial  budaya dalam bentuk hutan desa, hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat, hutan  adat, dan kemitraan kehutanan.Kegiatan penanaman merupakan kegiatan inti dari  budidaya hutan. Kegiatan penanaman mempunyai beberapa macam tujuan  diantaranya untuk tujuan penanaman rutin, pengayaan, reboisasi, atau penghijauan  serta untuk tujuan konservasi. Ekowisata sebagai konsep pariwisata berkelanjutan  yang mana dalam rencana pengembangannya harus melibatkan masyarakat lokal  demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada dasarnya ekowisata dapat  dikembangkan dalam berbagai kawasan hutan seperti hutan produksi, hutan lindung  dan hutan konservasi.Salah satu jenis industri yang saat ini dikembangkan yaitu  penggergajian. Produk - produk penggergajian sangat tinggi konsumsinya oleh  masyarakat, sehingga industri penggergajian sangat berkembang dan dalam  pengembangaannya pun tidak membutuhkan skill yang begitu tinggi.Hasil hutan  bukan kayu adalah jenis tanaman yang tumbuh, baik didalam maupun diluar kawasan  hutan. Peranan HHBK sudah dirasakan masyarakat sebagai salah satu sumber  pendapatan, namun sistem pengolahannya masih bersifat tradisional sehingga kualitas  yang dihasilkan masih jauh dari standar yang diharapkan dan harganya masih rendah.  Berdasarkan hasil praktikum yang telah di bahas, dapat disimpulkan bahwa  mahasiswa PKL dapat Mengetahui gambaran umum perusahaan (KPH Manggarai),  aspek manajemen hutan, silvikultur, konservasi dan ekowisata serta bidang teknologi  hasil hutan.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ROBERTUS ALVANO"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "ROBERTUS ALVANO",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-08 11:03:51",
    "last_update": "2025-09-08 11:03:51"
}