{
    "biblio_id": 495,
    "title": "PRAKTEK KERJA LAPANG DI UNIT PELAKSANA TEKNIS KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN MANGGARAI",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2020",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH YOH 20",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Hutan mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia, hutan  memberikan naungan, perlindungan dan produk-produk yang dibutuhkan manusia  untuk kelangsungan hidupnya. Hutan juga merupakan tempat hidupnya binatang  liar dan sumber plasma nutfa yang semuanya berfungsi bagi kelangsungan hidup  manusia. Hutan merupakan sumberdaya alam yang dapat dipulihkan dan berfungsi  sebagai ekosistem yang memiliki potensi ekonomi ekologis dan sosial budaya  sanggat tinggi oleh karena itu hutan harus dikelola secara optimal dan lestari  untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.  Tujuan pelaksanaan kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) adalah mengetahui dan melaksanakan kegiatan pengelolaan hutan pada Bidang  Manajemen Hutan, Bidang Silvikultur, Bidang Konservasi dan Ekowisata serta  Bidang Teknologi Hasil hutan di UPT KPH Wilayah Kabupaten Manggarai.  Metode yang digunakan adalah Observasi, Wawancara dan Studi Pustaka. Pengelolaan hutan kemasyarakatan merupakan kebijakan UPT KPH  Wilayah Kabupaten Manggarai. Pengelolaan hutan kemasyarakatan adalah  mengelola sumberdaya hutan bersama dan berbagi dengan semua pihak yang  berkepentingan. Program HKm yang berada di Desa Golo Worok dilaksanakan di  areal bekas perambahan masyarakat. Program HKm tersebut merupakan  kebijakan UPT KPH Wilayah Kabupaten Manggarai untuk memulihkan kembali  lokasi yang telah rusak. Selain itu, kebijakan HKm ditujukan untuk meningkatkan  kemampuan dan kemandirian masyarakat setempat dalam memanfaatkan  sumberdaya hutan secara optimal dan adil melalui pengembangan kapasitas dan  pemberian akses dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup  masyarakat setempat. Bidang silvikultur meliputi kegiatan penanaman yang  bertujuan ntuk menghijaukan kembali hutan bekas perambahan, Bidang  konservasi dan ekowisata meliputi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan  pendapatan masyarakat dan Kegiatan teknologi hasil hutan dibagi menjadi dua  yaitu hasil hutan bukan kayu dan hasil hutan non kayu. Berdasarkan hasil praktek Kerja Lapangan di UPT KPH Wilayah Kabupaten  Manggarai berdasarkan bidang adalah sebagai berikut: Bidang Manajemen Hutan  meliputi kegiatan Hutan kemasyarakatan (HKm), Bidang Silvikultur meliputi  kegiatan pembersihan lahan, pembuatan jalur, pengajiran, pembuatan lubang  tanam dan penanaman, Bidang Konservasi dan Ekowisata meliputi kegiatan  pembuatan lopo, kursi dan tempat sampah dan Bidang teknologi hasil hutan  meliputi kegiatan di industri pengergajian, dan industri Porang.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "YOHANES SENDA JAWA"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "YOHANES SENDA JAWA",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-08 14:17:15",
    "last_update": "2025-09-08 14:17:15"
}