<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="499">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TEKNIK BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN KUTU LAK DI DESA WOLWAL BARAT KECAMATAN ALOR BARAT DAYA  KABUPATEN ALOR]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ARIT. J. C KARFANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ramses V. Elim,  S.Si., M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Meilyn R. Pathibang, S. Hut., MP</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Flora Evalina Ina Kleruk, S.Hut., M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ika Kristinawant, S.Hut, M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>UPA. Perpustakaan Politani Kupang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[KUPANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2019]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[13]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Budidaya kutulak di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Alor sudah  dilakukan sejak tahun 2004, dengan luas lahan untuk pohon inangnya berupa  pohon kusambi lebih kurang 2 Ha. Kutu lak atau yang memiliki nama ilmiah  Laccifer lacca ini merupakan jenis serangga yang termasuk ke dalam famili  Kerridae dan ordo Hemiptera. Kutu lak hidup sebagai parasit pada pohon kesambi  yang memiliki pH cairan pohon mencapai 5.8-6.2 dan kepekatan getah antara  0.14-0.17, kedua hal tersebut sangat mendukung kutu lak untuk berkembang  dengan baik sesuai dengan sistem fisiologinya.Tujuan dari praktek kerja lapang  ini adalah untuk mengetahui teknik budidaya kutulak (Laccifer lacca) dan cara  mengolah kutulak menjadi pletur. Praktek kerja lapang ini dilakukan di KPH Alor  dari tanggal 20 Juni sampai 24 Juni menggunakan metode observasi, wawancara  dan studi pustaka di lokasi budidaya kutu lak. Seleksi bibit lak dilakukan untuk  mendapatkan bibit lak yang masih muda dan siap untuk ditulari pada  bagian cabang atau ranting pohon kusambi yang masih muda dengan diameter  ranting maksimal 2 cm, panjang potongannya 10-20 cm. Setelah 155 hari koloni  lak yang telah terbentuk siap dipanen. Lak cabang hasil pemanenan tersebut  disortir menjadi lak cabang benih dan lak cabang bukan benih. Lak cabang benih  akan dijadikan bahan baku tularan untuk membentuk koloni yang baru lagi  sedangkan lak cabang bukan benih akan dipisahkan dari ranting pohon kesambi  dan dihaluskan setelah itu di cuci dengan air dan deterjen kemudian di saring  dengan mengunakan saringan tepung lalu diisi di botol plastik kemudian di  tambahkan spirtus lalu di kocok sampai berwarna merah kecoklatan kemudian  dijemur dibawah sinar mata hari selama 3 hari sampai butiran lak yang berada  didalam botol tersebut berubah menjadi pletur. Berdasarkan hasil praktek kerja  lapang yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa tahapan kegiatan  budidaya kutu lak dimulai dari kegiatan pembersihan lokasi, pemilihan/seleksi  benih kutu lak dan penularan benih kutu lak, pemanenan lak, sedangkan tahapan  pengolahan lak menjadi plitur dimulai dari pemisahan kutulak dari ranting,  pencucian benih kutulak, pengemasan dan penjemuran.</note>
<classification><![CDATA[634.9]]></classification><ministry><![CDATA[54453]]></ministry><studentID><![CDATA[162385014]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20191007]]></identifier><departementID><![CDATA[KEHUTANAN]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository Politeknik Pertanian Negeri Kupang Repository - UPA Perpustakaan]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[MSDH ARI 19]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="481" url="" path="/REPOS.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ARIT. J. C KARFANI]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[KEHUTANAN.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[499]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-08 14:40:48]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-08 14:40:48]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>