{
    "biblio_id": 507,
    "title": "IDENTIFIKASI JENIS, MANFAAT DAN PENGOLAHAN BAMBU DI DESA TANAH LEIN, KECAMATAN SOLOR BARAT  KABUPATEN FLORES TIMUR",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2021",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH YAK 21",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "634.9",
    "notes": "Bambu memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan di  Indonesia, karena bambu dikenal oleh masyarakat memiliki sifat\u2013sifat yang baik  untuk dimanfaatkan. Sifat tersebut adalah memiliki batang yang kuat, lurus, dan  mudah dikerjakan serta ringan sehingga mudah untuk didistribusikan. Di Indonesia  terdapat sekitar 125 jenis bambu, termasuk yang masih banyak tumbuh liar dan  belum banyak dimanfaatkan. Bambu banyak ditemukan di dataran rendah sampai  pegunungan dengan ketinggian sekitar 300m diatas permukaan laut. Praktek Kerja  Lapang dilaksanakan pada bulan Maret\u2013Mei 2021 di Desa Tanah Lein, Kecamatan  Solor Barat Kabupaten Flores Timur. Metode yang digunakan menggunakan metode  wawancara dan observsi lapangan, selain itu dilakukan dokumentasi yang lengkap  tentang bagian-bagian dari bambu. Metode wawancara yang digunakan adalah  wawancara semi stuktur (mengacuh pada daftar pertayaan yang telah disiapkan). Bambu memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai bahan makanan, sebagai bahan  pembuatan kontruksi rumah, dinding rumah, bahan dasar pembuatan nyiru,  dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kursi dan meja dan pemanfaatan lainnya.  Ada 4 jenis bambu yang ada di Desa Tanah Lein yaitu bambu tali (Gigantochloa  apus), bambu betung (Dendrocalamus asper), bambu Ampel\/Au (Bambusa vulgaris)  Schrad, dan bambu tamiang\/wulo (Schizostachyum Blumei). Bambu paling banyak  dimanfaatkan oleh masyarakat Desa adalah jenis bambu betung dan bambu tali.. Di  Desa Tanah Lein masyarakat lebih banyak memanfaatkan batang bambu saja, karena  batang bambu bisa diolah oleh masyarakat sebagai bahan kerajinan tangan dan bahan  bangunan. Bambu betung dimanfaatkan sebagai bahan subtitusi semen dan pasir  dalam pembuatan dinding rumah, alasannya karena masyarakat tidak mampu  membeli bahan berupa semen dan pasir yang mempunyai harga yang tinggi.  Pengolahan bambu dilakukan secara tradisional oleh masyarakat Desa Tanah Lein,  yaitu dengan cara bambu yang sudah dipotong, dikeringanginkan terlebih dahulu  hingga benar-benar kering, dengan tujuan agar bambu terhindar dari serangan  serangga. Proses pengeringan bambu ini juga bertujuan untuk mengurangi kadar pati  dan gula pada bambu. Masyarakat Desa Tanah Lein memanfaatkan keempat jenis  tumbuhan bambu secara lokal dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatannya berupa  pembuatan kursi, meja, pagar, nyiru, dinding rumah, kandang ternak, tiang bendera dan tempat tidur. Pengolahanya dilakukan masih secara tradisional.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "YAKOBUS GATIHALA WERANG"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "YAKOBUS GATIHALA WERANG",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-09 09:02:13",
    "last_update": "2025-09-09 09:02:13"
}