<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="507">
<titleInfo>
<title><![CDATA[IDENTIFIKASI JENIS, MANFAAT DAN PENGOLAHAN BAMBU DI DESA TANAH LEIN, KECAMATAN SOLOR BARAT  KABUPATEN FLORES TIMUR]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YAKOBUS GATIHALA WERANG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Adrin, S.Hut, M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ramses V. Elim,  S.Si., M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fabianus Ranta, S.Hut., M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Fransiskus X. Dako, S.Hut.,M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>UPA. Perpustakaan Politani Kupang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[KUPANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[13]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Bambu memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan di  Indonesia, karena bambu dikenal oleh masyarakat memiliki sifat–sifat yang baik  untuk dimanfaatkan. Sifat tersebut adalah memiliki batang yang kuat, lurus, dan  mudah dikerjakan serta ringan sehingga mudah untuk didistribusikan. Di Indonesia  terdapat sekitar 125 jenis bambu, termasuk yang masih banyak tumbuh liar dan  belum banyak dimanfaatkan. Bambu banyak ditemukan di dataran rendah sampai  pegunungan dengan ketinggian sekitar 300m diatas permukaan laut. Praktek Kerja  Lapang dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2021 di Desa Tanah Lein, Kecamatan  Solor Barat Kabupaten Flores Timur. Metode yang digunakan menggunakan metode  wawancara dan observsi lapangan, selain itu dilakukan dokumentasi yang lengkap  tentang bagian-bagian dari bambu. Metode wawancara yang digunakan adalah  wawancara semi stuktur (mengacuh pada daftar pertayaan yang telah disiapkan). Bambu memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai bahan makanan, sebagai bahan  pembuatan kontruksi rumah, dinding rumah, bahan dasar pembuatan nyiru,  dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kursi dan meja dan pemanfaatan lainnya.  Ada 4 jenis bambu yang ada di Desa Tanah Lein yaitu bambu tali (Gigantochloa  apus), bambu betung (Dendrocalamus asper), bambu Ampel/Au (Bambusa vulgaris)  Schrad, dan bambu tamiang/wulo (Schizostachyum Blumei). Bambu paling banyak  dimanfaatkan oleh masyarakat Desa adalah jenis bambu betung dan bambu tali.. Di  Desa Tanah Lein masyarakat lebih banyak memanfaatkan batang bambu saja, karena  batang bambu bisa diolah oleh masyarakat sebagai bahan kerajinan tangan dan bahan  bangunan. Bambu betung dimanfaatkan sebagai bahan subtitusi semen dan pasir  dalam pembuatan dinding rumah, alasannya karena masyarakat tidak mampu  membeli bahan berupa semen dan pasir yang mempunyai harga yang tinggi.  Pengolahan bambu dilakukan secara tradisional oleh masyarakat Desa Tanah Lein,  yaitu dengan cara bambu yang sudah dipotong, dikeringanginkan terlebih dahulu  hingga benar-benar kering, dengan tujuan agar bambu terhindar dari serangan  serangga. Proses pengeringan bambu ini juga bertujuan untuk mengurangi kadar pati  dan gula pada bambu. Masyarakat Desa Tanah Lein memanfaatkan keempat jenis  tumbuhan bambu secara lokal dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatannya berupa  pembuatan kursi, meja, pagar, nyiru, dinding rumah, kandang ternak, tiang bendera dan tempat tidur. Pengolahanya dilakukan masih secara tradisional.</note>
<classification><![CDATA[634.9]]></classification><ministry><![CDATA[54453]]></ministry><studentID><![CDATA[182385102]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211025]]></identifier><departementID><![CDATA[KEHUTANAN]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository Politeknik Pertanian Negeri Kupang Repository - UPA Perpustakaan]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[MSDH YAK 21]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="489" url="" path="/REPOS.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[YAKOBUS GATIHALA WERANG]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[KEHUTANAN.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[507]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-09 09:02:13]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-09 09:02:13]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>