{
    "biblio_id": 511,
    "title": "IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN OBAT DI BLOK PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT KHDTK SISIMENI SANAM",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2021",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH WEN 21",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "634.9",
    "notes": "Hasil hutan bukan kayu banyak diusahakan oleh masyarakat Indonesia,  salah satunya adalah tumbuhan obat. Identifikasi merupakan cara yang dilakukan  agar dapat mengetahui berapa banyak jenis tumbuhan obat yang tersebar di sekitar  KHDTK Sisimeni Sanam. Masyarakat di sekitar KHDTK merupakan satu  diantara sekian banyak masyarakat yang beraktivitas di sekitar hutan dengan  mengambil hasil hutan bukan kayu. Salah satu hasil hutan bukan kayu yang  diambil masyarakat adalah tumbuhan obat. Penggunaan tumbuhan sebagai obat  tradisional juga semakin banyak diminati oleh masyarakat karena telah terbukti  bahwa obat yang berasal dari tumbuhan lebih menyehatkan dan tanpa  menimbulkan adanya efek samping jika dibandingkan dengan obat-obatan yang  berasal dari bahan kimia. Praktek Kerja Lapang (PKL) yang dilaksanakan di KHDTK Sisimeni  Sanam, bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat dan manfaat dari setiap  jenis tumbuhan obat. Kegiatan tersebut berlangsung dari 22 Februari sampai 22  Mei 2021. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder,  sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan pada praktek kerja lapang  yiatu wawancara, observasi, praktek langsung dan studi pustaka. Kegiatan PKL yang dilakukan di KHDTK Sisimeni Sanam adalah kegiatan  tentang identifikasi jenis tumbuhan obat di blok pengembangan tanaman obat.  Tahapan kegiatan identifikasi yang dilakukan selama PKL adalah melakukan  survey lokasi, membuat peta lokasi, penentuan titik ikat dan koordinat, penentuan  metode kerja, penentuan titik ikat dan koordinat di lapangan, membuat petak ukur,  pengamatan vegetasi dan pengolahan data. Metode yang digunakan adalah  Simple Random sampling with purposive start dengan Intensitas Sampling (IS)  2%. Luas kawasan secara keseluruhan adalah 10,53 Ha dan luas sampel adalah  0,21 Ha. Petak ukur yang digunakan berukuran 20m x 20m untuk tingkat pohon,  10m x 10m untuk tingkat tiang, 5m x 5m untuk tingkat pancang dan 2m x 2m  untuk tingkat semai. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa terdapat 22 jenis  tumbuhan obat di antaranya kirinyuh, lemon hutan, bidara, johar, mahoni, banael,  faloak, kelor, akar kuning, porang hutan, ganda rusa, kupu-kupu, mindi, asam,  pandan hutan, pria hutan, terong hutan, pata tulang, kemuning, kesambi,  sambiloto, dan kayu ular.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "WENSSESLAUS DOPO"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "WENSSESLAUS DOPO",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-09 09:35:13",
    "last_update": "2025-09-09 09:35:13"
}