{
    "biblio_id": 515,
    "title": "INVENTARISASI TEGAKAN JOHAR (Cassia siamea L) DI KHDTK DIKLAT KEHUTANAN SISIMENI SANAM",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2021",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH YOH 21",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Setiap fungsi hutan memiliki nilai potensi pohon. Tinggi rendahnya  nilai potensi pohon tersebut dapat dihitung dengan cara pengolahan data hasil inventarisasi pohon. Kegiatan inventarisasi pohon sangat berperan dalam menyajikan informasi tentang keadaan tegakan hutan, baik keadaan  pohon-pohon maupun berbagai karakteristik areal tempat tumbuh. Nilai potensi ini dapat dipergunakan dalam menyusun perencanaan dalam  pengelolaan suatu kawasan hutan. Inventarisasi hutan merupakan kegiatan  penaksiran potensi hutan dengan cara pengumpulan data dan fakta  mengenai sumber daya hutan yang dilakukan secara sampel (contoh) untuk kepentingan perencanaan pengelolaan bagi kesejahteraan masyarakat secara lestari sesuai dengan peruntukkannya. Johar (Cassia siamea) merupakan potensi hasil hutan kayu lain yang  cukup dominan di KHDTK Diklat Sisimeni Sanam. Berdasarkan hasil  identifikasi, dari semua jenis tanaman eks HTI, Johar merupakan tanaman  yang paling banyak ditemui hampir di seluruh kawasan KHDTK Diklat  Kehutanan Sisimeni Sanam dengan luas tanaman Johar \u00b1 428 ha. Tanaman  ini membentang mulai dari Desa Benu, Ekateta, Silu dan sedikit di batas  Desa Oesusu. Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) tentang inventarisasi jenis  johar yang dilakukan di KHDTK Diklat Sisimeni Sanam bertujuan untuk  mengetahui potensi tegakan johar yang ada di Desa Ekateta. PKL  berlangsung selama tiga bulan. Jenis data yang dikumpulkan adalah data  primer dan data sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan selama PKL adalah observasi, praktek langsung dan studi  literatur. Adapun metode sampling yang digunakan dalam kegiatan  inventarisasi tegakan johar adalah line plot sampling dengan intensitas  sampling 5%. Luas kawasan tegakan johar di Desa Ekateta adalah 43,84 ha sehingga dengan menggunakan IS 5%, luas sampel yang diinventarisasi adalah 0,1 ha dengan jumlah petak ukur adalah 22 PU. Hasil inventarisasi  pada saat PKL menunjukkan bahwa potensi keseluruhan tegakan johar di  Desa Ekateta adalah berkisar antara 5.146,8 m3 - 7.794,7 m3 dan taksiran  jumlah pohon dalam kawasan adalah 5.340 pohon - 14.830 pohon.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "YOHANA DEWI PUTERI GUAL"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "YOHANA DEWI PUTERI GUAL",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Hutan",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-09 10:20:13",
    "last_update": "2025-09-09 10:20:13"
}