{
    "biblio_id": 525,
    "title": "ANALISIS VEGETASI PAKAN LEBAH DI SEKITAR LOKASI BUDIDAYA LEBAH Apis cerana DI DESA OESUSU KECAMATAN TAKARI  KABUPATEN KUPANG",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2021",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH CRE 21",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Hasil hutan bukan kayu banyak diusahakan oleh petani Indonesia, salah  satunya adalah lebah madu. Analisis vegetasi merupakan cara yang dilakukan agar dapatmengetahui berapa banyak jenis tanaman pakan lebah yang tersebar di  sekitar area budidaya lebah madu. Kondisi Indonesia yang beriklim tropis sangat  berpotensi dalam pengembangan budidaya lebah madu untuk menghasilkan madu  berkualitas. Salah satu tempat pengembangan lebah madu di Indonesia adalah  adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Desa Oesusu. Desa tersebut  sangat potensial untuk dikembangankan sebagai tempat budidaya lebah madu. Praktek Kerja Lapang (PKL) yang dilaksanakan di Desa Oesusu Kecamatan  Takari Kabupaten Kupang bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis-jenis pakan lebah madu Apis cerana. Kegiatan tersebut berlangsung dari  tanggal 22 Februari sampai 22 Mei 2021. Jenis data yang dikumpulkan adalah  data primer dan sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan  pada praktek kerja lapang yaitu wawancara, observasi, praktek langsung dan studi  pustaka. Kegiatan PKL yang dilakukan di Desa Oesusu adalah kegiatan tentang  analisis vegetasi pakan lebah madu Apis cerana. Tahapan kegiatan analisis  vegetasi yang dilakukan selama PKL adalah melalukan survey lokasi, membuat  peta lokasi di arcgis, peenentuan titik ikat dan koorninat di arcgis, penentuan  metode kerja, penentuan titik ikat dan koordinat di lapangan, membuat petak ukur,  pengamatan vegetasi dan pengolahan data. Metode yang digunakan adalah  purposive sampling dengan Intensitas Sampling (IS) 2,8%. Luas kawasan secara  keseluruhan adalah 25,80Ha dan luas sampel adalah 0,72 Ha. Petak ukur yang  digunakan berukuran 20m x 20m untuk tingkat pohon, 10m x 10m untuk tingkat  tiang, 5m x 5m untuk tingkat pancang dan 2m x 2m untuk tingkat semai. Hasil  pengolahan data menunjukkan bahwa INP tertinggi untuk tingkat pohon adalah  kelapa (Cocos nucivera veridis) sebesar 254%, untuk tingkat tiang pinang (Areca  catechu) sebesar 184%, untuk tingkat pancang sirsak (Annona muricata) sebesar  75%, dan untuk tingkat semai sirsak (Annona muricata) sebesar 113%.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "CRESENSIA BRIBI"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "CRESENSIA BRIBI",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-09 13:44:26",
    "last_update": "2025-09-09 13:44:26"
}