{
    "biblio_id": 544,
    "title": "INVENTARISASI POTENSI TEGAKAN JATI (Tectona grandis L) DI KHDTK DIKLAT KEHUTANAN SISIMENI SANAM DESA OESUSU KABUPATEN KUPANG",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2022",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH HER 22",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Inventarisasi hutan adalah kegiatan pengumpulan data secara lengkap  tentang suatu kawasan hutan untuk penyusunan rencana pengelolaan hutan.  Inventarisasi hutan diartikan sebagai suatu usaha untuk menguraikan kuantitas dan  kualitas pohon-pohon berdiri serta karakteristik suatu wilayah seperti: deskripsi  letak dan luas tegakan, jenis tanah, tipe iklim, topografi, geologis dan fungsi hutan  serta penafsiran tinggi dan diameter pohon bebas cabang yang masih berdiri. Kegiatan PKL tentang inventarisasi potensi tegakan Jati (Tectona grandis L)  dimulai pada tanggal 30 Maret 2021 sampai dengan 22 Mei 2021 di KHDTK  Diklat Kehutanan Sisimeni Sanam, khususnya petak pengelolaan hutan tanaman  jati di Desa Oesusu. Tujuan dari kegiatan PKL adalah untuk mengetahui taksiran potensi volume dan jumlah pohon kayu berdiri yang terdapat di KHDTK Diklat  Sisimeni Sanam, khususnya petak pengelolaan hutan tanaman jati di Desa Oesusu.  Pada umumnya tegakan yang terdapat di KHDTK Diklat Kehutanan Sisimeni  Sanam ditanam pada tahun 1990-1991 oleh Perum Perhutani unit II Jawa Timur dengan fungsi hutan yaitu sebagai hutan produksi terbatas. Jenis data yang  dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder, sedangkan teknik  pengumpulan data yang digunakan selama kegiatan PKL adalah wawancara,  observasi, dokumentasi, studi pustaka dan praktek langsung. Tahapan-tahapan  kegiatan dalam inventarisasi hutan pada petak pengelolaan hutan tanaman jati meliputi tiga tahap yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan analisis data.  Metode sampling yang digunakan dalam kegiatan inventarisasi ialah metode line  plot sampling. Luas tegakan jati pada petak pengelolaan hutan tanaman jati di  Desa Oesusu adalah 42,54 ha sehingga dengan menggunakan intensitas sampling 5%, luas sampel yang diinventarisasi adalah 0,1 ha dengan jumlah petak ukur  adalah 22 PU. Hasil analisis inventarisasi pada saat PKL menunjukan bahwa  potensi volume kayu berdiri di tegakan jati KHDTK Diklat Kehutanan Sisimeni  Sanam pada petak pengelolaan hutan tanaman jati di Desa Oesusu adalah berkisar  antara 4.303,024 m3 - 5.391,53 m3 , sedangkan untuk potensi jumlah pohon kayu  berdiri di tegakan jati KHDTK Diklat Kehutanan Sisimeni Sanam berkisar antara  12.703 - 31.540 pohon.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "HERYBERTUS DHEDHO NGOLE"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "HERYBERTUS DHEDHO NGOLE",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Jati",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-15 08:23:18",
    "last_update": "2025-09-15 08:26:46"
}