{
    "biblio_id": 546,
    "title": "INVENTARISASI POTENSI TEGAKAN MAHONI (Switenia mahagoni) DI KHDTK SISIMENI SANAM KABUPATEN KUPANG",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2022",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH FAH 22",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Setiap fungsi hutan memiliki nilai potensi pohon. Tinggi rendahnya nilai  potensi pohon tersebut dapat dihitung dengan cara pengolahan dari hasil inventarisasi  pohon. Inventarisasi hutan adalah sebuah proses untuk mendapatkan informasi  mengenai kualitas sumber daya hutan, inventarisasi hutan pun menjadi pondasi dalam  perencanaan hutan dan kebijakan hutan. Nilai potensi ini dapat dipergunakan dalam  menyusun perencanaan dalam pengelolaan suatu kawasan hutan. Tujuan dari kegiatan  Praktek Kerja Lapang (PKL) adalah 1). Mengetahui taksiran potensi volume pada  tegakan mahoni di KHDTK Sisimeni Sanam. 2). Mengetahui taksiran jumlah pohon  pada tegakan mahoni di KHDTK Sisimeni Sanam. Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan selama tiga bulan yaitu  mulai dari tanggal 22 Februari - 22 Mei 2021. Namun karena adanya pandemi Covid  19 maka kegiatan PKL dilakukan hanya 5 minggu yaitu dimulai dari tanggal 24 April  sampai 20 Mei 2021. Kegiatan PKL dilaksanakan di Kawasan KHDTK Sisimeni  Sanam Kabupaten Kupang. Pada hutan tanaman mahoni dan metode pengambilan data  menggunakan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Ada tiga teknik  pengumpulan data yang dipakai pada kegiatan PKL inventarisasi potensi tegakan  mahoni yaitu observasi, praktek langsung, dan studi literatur.  Adapun hasil dari kegiatan Praktek Kerja Lapang ini adalah inventarisasi potensi tegakan mahoni (Switenia mahagoni) yang berada di kawasan pengelolaan hutan  tanaman mahoni meliputi tiga tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan dan analisis data.  Metode sampling yang digunakan dalam pelaksanaan inventarisasi ialah metode line  plot sampling. Luas kawasan pengelolaan hutan tanaman mahoni di Desa Silu adalah  21 Ha sehingga dengan menggunakan IS 2%, luas sampel yang di inventarisasi adalah  0,04 ha dengan jumlah petak ukur adalah 11 PU. Hasil analisis inventarisasi pada saat  PKL menunjukan bahwa volume keseluruhan tegakan mahoni pada kawasan  pengelolaan hutan tanaman mahoni di Desa Silu adalah berkisar antara 2.798,25 m3,  6,441,75 m3 dan untuk potensi jumlah pohon dalam kawasan adalah 2.493,75 pohon dan 4.641 pohon.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "FAHAISYAH ALFONS MOKA"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "FAHAISYAH ALFONS MOKA",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Switenia mahagoni",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "Mahoni",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-15 08:36:18",
    "last_update": "2025-09-15 08:36:18"
}