{
    "biblio_id": 547,
    "title": "PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI OESAPA  BARAT KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2022",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH IRE 22",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Hutan mangrove secara umum didefinisikan sebagai hutan yang terdapat di  daerah-daerah yang selalu atau secara teratur tergenang air laut dan terpengaruh  pasang surut air laut, terdapat pada tanah lumpur, berpasir atau berlumpur, berpasir  atau lumpur berpasir. Mangrove merupakan tipe vegetasi khas zona pantai, floranya  berhabitus pohon yang besar dan tingginya bisa mencapai 0-60 meter (Istomo, 1992).  Hutan mangrove yang sering kali disebut hutan bakau atau mangal adalah komunitas  vegetasi pantai yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu  tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Bengen, 2003).  Komunitas ini umumnya tumbuh dan berkembang pada daerah yang cukup kurang  air, dan terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat.   Tujuan dari Praktik Kerja Lapang (PKL) ini adalah untuk mengetahui pengelola ekowisata mangrove di pantai Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.  Praktek Kerja Lapang ini mulai pada Tanggal 22 Maret 2021 sampai pada Tanggal 14  Mei 2021. Praktek Kerja Lapang ini menggunakan dua metode pengumpulan data  yaitu data primer dan data sekunder dan teknik pengumpulan data yaitu wawancara,  observasi langsung di ekowisata mangrove, dokumentasi dan studi pustaka.  Hasil Praktik Kerja Lapang di ekowisata mangrove Oesapa Barat memiliki  tujuan utama yaitu untuk pengurangan kemiskinan, peingkatan pertumbuhan ekonomi  masyarakat miskin. Rencana yang dilakukan yaitu ada ekowisata mangrove pada  malam hari dilengkapi jaringan listrik, air bersih, MCK, pengeras suara, dan hiburan  bagi para pengunjung dengan melakukan desain, terutama menambah jaringan  trayek-trayek ke dalam yang merupakan spot-spot agar masyarakat bisa menikmati  sebagai objek wisata, sebagai lokasi selfi, tempat berdiskusi, tempat bersantai, dan  sebagai lokasi penelitian untuk lebih mengetahui lebih mendalam tentang fungsi dan  manfaat hutan mangrove.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "IRENIUS HERMANUS WAWO"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "IRENIUS HERMANUS WAWO",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Ekowisata",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "Mangrove",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "Oesapa",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-15 08:43:58",
    "last_update": "2025-09-15 08:43:58"
}