<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="556">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN ADAT MAMLASI DI DESA NETEMNANU SELATAN, KECAMATAN AMFOANG TIMUR KABUPATEN KUPANG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PRIMUS TANESI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Jeriels Matatula, S.Hut., M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Luisa Moi Manek, S.Hut., M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Fransiskus X. Dako, S.Hut.,M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Emi Renoat, S.Pd., MA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>UPA. Perpustakaan Politani Kupang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[KUPANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[13]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pengelolaan hutan adat di Indonesia saat ini banyak mengalami kegagalan,  salah satu penyebabnya adalah sifat antroposentris manusia yang lebih  mengedepankan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memperhatikan kondisi alam.  Penyalahgunaan fungsi kawasan, kerusakan ekosistem, dan bencana alam adalah  konsekuensi dari perilaku tersebut. Pengelolaan hutan adat didasarkan pada  kondisi lokal dan tradisi. Hutan dikelolah oleh masyarakat itu sendiri dan  masyarakat mengambil keputusan bagaimana mengelolah sumber daya mereka  dan tetap menjaga hutan agar tetap lestari. Dusun Mamlasi juga memiliki hutan  adat yang harus dikelola dan dijaga dengan baik. Kearifan lokal dalam  pengelolaan hutan adat di Mamlasi saat ini menjadi salah satu cara penting dalam  menjaga dan melestarikan hutan adat. Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di Kawasan Hutan  Adat Mamlasi yang merupakan kawasan yang dikelolah oleh masyarakat lokal  dengan metode pengumpulan data yang terdiri dari dua jenis data yaitu data  primer dan data sekunder, serta teknik-teknik pengumpulan data yaitu wawancara,  observasi, Dokumentasi dan Observasi. Tujuan dari PKL yaitu untuk mengetahui  bentuk pengelolaan kawasan hutan adat, hambatan dalam pengelolaan dan  mengetahui bentuk kearifan lokal dalam pengelolaan hutan adat. Pengelolaan hutan adat oleh masyarakat adat secara turun temurun  pengelolaan dan pelestarian sumber daya hutannya dikelola dengan pola berbasis  kemasyarakatan adat (kearifan lokal). Proses pertumbuhan penduduk yang  semakin bertambah hal ini berdampak pada kebutuhan lahan, baik lahan  pemukiman, lahan pertanian, dan perkebunan karena adanya proses pertambahan  penduduk dari wilayah Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan ke  wilayah Kecamatan Amfoang Timur sehingga terjadinya perambahan hutan. Belum tersedia sarana pengaman hutan, tidak tersedianya dana pengelolaan hutan,  rendahnya tingkat perekonomian masyarakat, tidak tersedianya tempat  musyawarah, masih kurang program pemerintah daerah tentang program  pemberdayaan ekonomi masyarakat yang punya lahan disekitaran hutan adat adalah kurangnya kerjasama antara tokoh adat dan pemerintah desa setempat. Bentuk kearifan lokal dari masyarakat adat Mamlasi ditunjukan dalam sikap menjaga situs-situs adat seperti tidak menghilangkan rumah bulat sebagai  tempat ritual adat, memelihara mata air dan melakukan ritual adat sebelum  melakukan penanaman benih pada kebun dan mengadakan syukuran setelah  pemanenan.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Hutan]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[54453]]></ministry><studentID><![CDATA[182385080]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220124]]></identifier><departementID><![CDATA[KEHUTANAN]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository Politeknik Pertanian Negeri Kupang Repository - UPA Perpustakaan]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[MSDH PRI 22]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="541" url="" path="/REPOS.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PRIMUS TANESI]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[KEHUTANAN.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[556]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-15 10:07:01]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-15 10:07:01]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>