{
    "biblio_id": 559,
    "title": "PEMBUATAN PERSEMAIAN RIMBA DI BKPH BRUMBUN  RPH KRESEK KPH MADIUN DIVISI REGIONAL II JAWA  TIMUR",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2025",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH APR 25",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Keberhasilan kegiatan penanaman sangat ditentukan oleh kualitas bibit.  Kualitas bibit yang baik juga sangat dipengaruhi oleh asal benih serta produksi di  persemaian. Persemaian merupakan suatu tempat yang digunakan untuk  memproduksi bibit satu atau beberapa jenis tanaman kehutanan yang siap ditanam  untuk periode kegiatan penanaman tertentu dengan jumlah dan kualitas yang  memadai. Kegiatan pembibitan (produksi bibit) yang berkualitas baik, memenuhi  persyaratan umur, ukuran dan pertumbuhan yang baik dan siap untuk ditanam di  lapangan sangat menentukan keberhasilan penanaman di lapangan. Fungsi  persemaian adalah sebagai pusat produksi bibit dan wisata dan olahraga, diklathut  dan litbang. Agar fungsi tersebut dapat berjalan dengan baik perlu didukung oleh  unsur manajemen dan fungsi manajemen dari kombinasi tersebut dapat segera  ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM), organisasi pengelola, pembiayaan,  waktu, konsumen dan jenis-jenis bibit. Salah satu alasan perlu pembangunan  persemaian untuk tanaman kehutanan adalah benih tanaman hutan terlalu kecil  (Mansur 2010). Persemaian adalah proses persiapan bibit tanaman untuk memenuhi  kebutuhan penanaman dan menghasilkan bibit yang berkualitas tinggi (Achmad et  al.,2014). Pada saat benih mulai berkecambah akan membutuhkan tempat dan  nutrisi untuk memenuhi kebutuhan tumbuh sehingga sehingga media tumbuh  sangat penting untuk pertumbuhan semai. Amilah (2012), menyatakan bahwa  media tanaman adalah bagian penting dari proses budidaya dan harus disesuaikan  dengan jenis tanaman yang diinginkan. Karena kelembaban dan kecepatan angin  yang berbeda di setiap wilayah menentukan media tanam yang tepat dan standar  untuk setiap jenis tanaman di habitat asalnya adalah tantangan. Media tanam harus  dapat menahan ketersediaan unsur hara, menyediakan cukup udara, dan menjga  kelembaban area disekitar akar.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "APRIANUS SANTOSO"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "APRIANUS SANTOSO",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-15 11:32:56",
    "last_update": "2025-09-15 11:32:56"
}