{
    "biblio_id": 562,
    "title": "PEMELIHARAAN BIBIT TANAMAN PINUS (Pinus Merkusii)  DI PERSEMAIAN RPH PUDAK, BKPH WILIS, SELATAN  KPH LAWU DS",
    "type": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "gmd_name": "LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2025",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "MSDH YUL 25",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Persemaian merupakan tahapan penting dalam produksi hasil hutan termasuk  tanaman pinus (Pinus Merkusi) yang menjadi salah satu komoditas utama Perum  Perhutani. Kegiatan pemeliharaan di persemaian bertujuan untuk menjaga  kebersihan lingkungan tanaman sehingga bibit dapat tumbuh optimal tanpa  terganggu oleh gulma, hama dan penyakit. Oleh karena itu, diperlukan upaya  pemeliharaan yang lebih baik serta melibatkan teknologi tepat guna agar bibit yang  dihasilkan memiliki kualitas unggul dan siap tanam di lapangan. Praktek Kerja Lapangan (PKL) tentang pemeliharaan bibit tanaman pinus di  persemaian ini bertujuan untuk mengetahui teknik dalam pemeliharaan bibit  tanaman pinus di persemaian. Lokasi kegiatan bertempat di RPH Pudak, yang  berada dalam wilayah kerja BKPH Wilis Selatan, KPH Lawu Ds, Jawa Timur.  Dengan jumlah bedeng bibit yaitu 140 bedeng dengan masing-masing bedeng  berukuran 1x5m. Setiap bedeng diisi dengan polybag sebanyak 1.000 buah dengan  umur bibit pinus yaitu 3-4 bulan. Kegiatan pemeliharaan dilaksanakan pada bulan  April 2025 dengan fokus pada 15 bedeng dari total 144 bedeng di lokasi  persemaian. Tahapan pemeliharaan yang dilaukan pada persemaian bibit tanaman pinus  (Pinus Merkusii) meliputi penyiraman, penyiangan gulma, penyulaman,  pemberantasan hama, pemupukan, dan seleksi bibit. Hasil kegiatan di persemaian  RPH Pudak menunjukan bahwa dari total 15.000 bibit pada 15 bedeng, presentase  kematian bibit sebesar 2,63% dan tingkat pertumbuhan menujukan mencapai  97,37% yang menunjukan kualitas bibit pinus tergolong baik.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "YULIANI MALI"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "YULIANI MALI",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Pinus Merkusii",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "PINUS",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-15 12:00:47",
    "last_update": "2025-09-15 12:00:47"
}