<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="567">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TEKNIK PEMULIAAN TANAMAN DENGAN STEK PUCUK PADA TANAMAN JATI PLUS PERHUTANI DI RPH WUNGU BKPH DUNGUS KPH MADIUN DIVISI REGIONAL JAWA TIMUR]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MELANIA LODA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ni Kade Ayu  D. Aryani, S.Hut.,M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Prof. Dr. Ir. Jeriels Matatula, S.Hut., M. Sc. IPU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Laurentius D. Wisnu Wardhana, S.Hut., M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Meilyn Renny  Pathibang, S. Hut., MP</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>UPA. Perpustakaan Politani Kupang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[KUPANG]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[13]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perum Perhutani merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  berbentuk Perusahaan Umum (Perum) yang memiliki tugas dan wewenang untuk  mengelola sumber daya hutan negara dalam wilayah kerja pulau Jawa dan Madura.  Perum Perhutani dalam pengelolaannya didominasi oleh kelas perusahaan jati,dimana  jati merupakan salah satu jenis pohon yang bernilai ekonomis dan ekologis tinggi di  Indonesia. Jati (Tectona grandis Linn F.) dikenal sebagai kayu bermutu tinggi yang paling  banyak diminati terutama untuk furniture dengan kualitas kayu tergolong dalam kelas  awet I dan kelas kuat I. Selain itu jati termasuk tanaman yang dapat tumbuh dalam  berbagai kondisi lahan dan lingkungan seperti hutan dataran rendah, hutan dataran  tinggi, hutan pegunungan, lahan kering, lahan basah, hutan tanaman industri dan lahan  perkebunan. Dalam usaha memenuhi permintaan pasar kayu jati, Perum Perhutani  mengembangkan produk Jati Plus Perhutani (JPP) yang dikembangkan melalui proses  pemuliaaan pohon, dimana proses ini merupakan kegiatan memperbaiki sifat-sifat  pohon secara genetik untuk mendapatkan pohon yang lebih baik dan unggul yang  dikembangkan melalui dua cara pembiakan yaitu secara generatif (semai dari benih  asal kebun benih klonal) dan vegetatif (stek pucuk dan kultur jaringan). Salah satu cara  alternatif untuk mengatasi kekurangan bibit yaitu dengan melalui stek pucuk. Stek pucuk merupakan perbanyakan vegetatif tanaman yang dilakukan dengan  memanfaatkan tunas dari batang muda yang masih dalam tahap pertumbuhan dan  dilakukan untuk memproduksi bibit secara massal. Keuntungan dari stek pucuk adalah  anakan hasil perbanyakan membawa seluruh sifat induknya serta pelaksanaannya  dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan murah (low technology). Pengembangan  teknik stek pucuk diawali dengan pembangunan kebun pangkas sebagai sumber  penghasil tunas untuk bahan stek pucuk. Secara umum kegiatan stek pucuk diawali  dengan pemangkasan pucuk-pucuk batang yang masih muda dan masih dalam masa  tumbuh, kemudian diberi hormon perangsang pertumbuhan akar dan ditanam dalam vii polybag transparan yang akan diinduksi di dalam bedeng induksi akar selama dua  minggu. Setelah dua minggu, pucuk yang sudah berakar dipindahkan ke dalam bedeng  aklimatisasi untuk penyesuaian lingkungan, setelah itu bibit yang sudah kuat  dipindahkan ke dalam bedeng shading area selama dua minggu dan kemudian bibit  dipindahkan ke bedeng open area untuk persiapan bibit sebelum ditanam di lapangan.  Pada kegiatan Praktek Kerja Lapang, stek pucuk dilakukan di persemaian RPH  Wungu, BKPH Dungus, KPH Madiun, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Jati]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[54453]]></ministry><studentID><![CDATA[2223805031]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250624]]></identifier><departementID><![CDATA[KEHUTANAN]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository Politeknik Pertanian Negeri Kupang Repository - UPA Perpustakaan]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[MSDH MEL 25]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="552" url="" path="/REPOS.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[MELANIA LODA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[KEHUTANAN.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[567]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-16 08:54:02]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-16 08:54:02]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>