{
    "biblio_id": 572,
    "title": "PEMETAAN POTENSI LONGSOR DI DAS METO BATULESA  MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)",
    "type": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "gmd_name": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2023",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "PH OKT 23",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Daerah Aliaran Sungai (DAS) Meto Batulesa memiliki luas 7.426,57 Ha,  secara administrasi terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Kupang dan Kota  Kupang dan empat kecamatan yaitu Kecamatan Kupang Barat, kecamatan  Nakamese, Kecamatan Alak dan Kecamatan Maulafa. Topografi di DAS Meto  Batulesa beragam mulai dari topografi datar sampai perbukitan. Tujuan dari penelitan ini untuk mengetahui potensi longsor di DAS Meto Batulesa dan memetakannya dengan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG).  Dasar analisis potensi longsor yang digunakan adalah pedoman Direktorat  Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) tahun 2004. Bobot  penilaiannya adalah 30% untuk faktor kelas curah hujan, 20% untuk faktor kelas  geologi, 10% untuk faktor kelas jenis tanah, 20% untuk faktor kelas penggunaan  lahan dan 20% untuk faktor kelas lereng. Klasifikasi akhir dengan menentukan analisis skor kelas kerawanan longsor yang dibagi menjadi 4 kelas kerawanan longsor yaitu kelas kerawanan longsor rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil Penelitian potensi longsor di DAS Meto Batulesa yaitu di dominasi  oleh kelas kerawanan longsor sedang dengan persentase 46,25% atau seluas  3434,96 Ha, kelas kerawanan longsor tinggi dengan persentase 41,36% atau  seluas 3071,34 Ha, kelas kerawanan longsor rendah dengan persentase 11,03%  atau seluas 819,38 Ha dan kelas kerawanan longsor sangat tinggi dengan  persentase 1,36% atau seluas 100,89 Ha. Tindakan konservasi baik konservasi  vegetatif maupun konservasi mekanis perlu dilakukan, terutama pada kelas  kerawanan longsor tinggi dan sangat tinggi.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "OKTAVIANUS NAMA"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "OKTAVIANUS NAMA",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-16 14:48:27",
    "last_update": "2025-09-16 14:48:27"
}