{
    "biblio_id": 574,
    "title": "UJI SIFAT FISIKA KAYU AKASIA BERDURI (Acacia nilotica (L.) Willd ex Delile) DARI KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR  BERDASARKAN POSISI AKSIAL KAYU",
    "type": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "gmd_name": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2023",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "NOF PH 23",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa jenis kayu yang sering digunakan oleh  masyarakat antara lain, jati (Tectona grandis), mahoni (Swietenia mahagoni), kayu  merah (Pterocarpus indicus wild) dan jenis-jenis kayu lainnya yang dianggap tahan  terhadap kerusakan atau memiliki kualitas yang bagus. Selain jenis tersebut  sebenarnya masih ada jenis kayu yang kurang dikenal oleh masyarakat salah satunya  adalah jenis Akasia berduri (Acacia nilotica). Di Kupang Nusa Tenggara Timur,  spesies ini mudah ditemukan disepanjang jalan, di pinggiran sungai dan di daerah  pantai. Namun, Akasia berduri belum diketahui manfaat dan kegunaannya, maka perlu dilakukan penelitian mengenai uji sifat fisika kayu tersebut. Tujuan dari  penelitian ini yaitu untuk mengetahui sifat fisika dari kayu Akasia berduri  berdasarkan posisi Aksial. Sampel uji sifat fisika kayu (kadar air, berat jenis,  penyusutan) tersebut diperoleh di lapangan dan uji laboratorium. Data yang diperoleh  dianalisis menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan  pada bagian pangkal, tengah dan ujung, baik untuk kadar air, berat jenis maupun  penyusutan, sehingga secara keseluruhan menghasilkan 27 sampel. Analisis data  menggunakan Analisis Variansi (ANOVA) yaitu prosedur model umum yang  digunakan untuk mengetahui interaksi antar factor penelitian. Hasil penelitian  menunjukan bahwa pada posisi aksial kayu (pangkal, tengah dan ujung) memiliki  nilai rata-rata kadar air sebesar 10,43%. Berat jenis pada posisi aksial kayu (pangkal,  tengah dan ujung) memiliki nilai rata-rata berat jenis sebesar 1,02. Penyusutan kayu  pada posisi aksial (pangkal, tengah dan ujung) pada bagian pangkal arah tangensial  sebesar 1,03%, radial sebesar 1,05% dan longitudinal sebesar 4,02%, pada bagian  tengah arah tangensial sebesar 1,29%, pada arah radial 1,17% dan pada arah  longitudinal 4,34%, dan pada bagian ujung arah tangensial memiliki nilai 1,16%,  pada arah radial 1,13%, dan pada arah longitudinal sebesar 4,10%. Sedangkan Hasil  uji ANOVA menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan dari posisi aksial  (pangkal, tengah, ujung) terhadap sifat fisika kayu Akasia Berduri (Acacia nilotica)",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "NOFRIANTO LAISBUKE"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "NOFRIANTO LAISBUKE",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "AKASIA BERDURI",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "AKASIA",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "KAYU",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-22 08:59:07",
    "last_update": "2025-09-22 08:59:07"
}