{
    "biblio_id": 581,
    "title": "ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TANAMAN JATI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI METO BATULESA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)",
    "type": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "gmd_name": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2023",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "PH EUD 23",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Jati (Tectona Grandis) merupakan salah satu tanaman kehutanan yang kayunya  dimanfaatkan sebagai furniture (perabotan rumah tangga), karena memiliki motif yang indah  sehingga banyak orang berminat untuk membuati furniture dari kayu jati. Permintaan akan  kayu jati tidak hanya di dalam Pulau Timor, tetapi banyak permintaan kayu jati dari luar  Pulau Timor seperti dari pulau Flores dan pulau Jawa. saat ini, tanaman jati yang  dibudidayakan di Plau Timor memiliki pertumbuhan yang kurang baik, banyak cabang,  banyak growong, dan juga memiliki tinggi batang bebas cabang yang rendah. Hal ini karena  tanaman jati tumbuh dilahan yang tidak sesuai untuk syarat tumbuh tanaman jati. Untuk itu perlu dilakukan analisis kesesuaian lahan untuk mengetahui lokasi yang paling sesuai untuk  pengembangan tanaman Jati. Analisis kesesuaian lahan merupakan suatu cara untuk menilai kualitas lahan masing-masing satuan peta lahan dengan persyaratan penggunaan lahan untuk  jenis tanaman yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  lokasi-lokasi di wilayah DAS Meto Batulesa yang paling sesuai untuk budidaya tanaman Jati.  Metode yang digunakan adalah purposive sampling. Parameter yang digunakan untuk analisis  kesesuaian lahan adalah Jenis Tanah, Kondisi Drainase, Kedalaman Solum Tanah, pH Tanah,  suhu, Tekstur, P2O5, analisis iklim berupa curah hujan, Kelembaban dan Suhu Rata-rata.  Dalam penelitian ini, digunakan 3 atribut parameter sebagai dasar analisis yaitu Ketinggian  Tempat (Elevasi), Curah Hujan dan Jenis Tanah. ketiga parameter ini dupilih adalah karena  sifat dan karakteristik parameternya tetap dan tidak bisa dirubah. Ketiga atribut parameter di\ufffeoverlay dengan menggunakan software ArcMap 10.3. DAS Meto Batulesa memiliki luas \u00b1 7.426 Ha. pada wilayah DAS Meto Batulesa memiliki kelas kesesuaian lahan sesuai marjinal  (S3) dengan faktor pembatas drainase tanah, kedalaman efektif, dan singkapan batuan yang  memiliki luas 1.788,22 ha (24,08%) terdapat juga kelas tidak sesuai saat ini (N1) dengan  faktor pembatas kemiringan lereng seluas 1.618,64 ha (21,76%). DAS Meto Batulesa juga  memiliki kelas kesesuaian lahan yang tidak sesuai secara permanen (N2) dengan faktor  pembatasnya ialah jenis tanah yang memiliki luas 4.020,14 ha (54,14%).",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "EUGEDIUS RATU LENI"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "EUGEDIUS RATU LENI",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Jati",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-22 09:55:10",
    "last_update": "2025-09-22 09:55:10"
}