{
    "biblio_id": 585,
    "title": "EFEKTIVITAS PESTISIDA ASAP CAIR DARI LIMBAH  KAYU JATI (Tectona grandis ) TERHADAP ORGANISME  PENGGANGGU TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)",
    "type": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "gmd_name": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2023",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "PH ANT 23",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Asap cair dihasilkan dari kondensasi asap pembakaran limbah kayu jati  sehingga tidak terjadi pembebasan polusi di udara dan dapat dimanfaatkan sebagai  pestisida nabati. Pemanfaatan asap cair sebagai racun serangga tidak terlepas dari  peran fenol yang terkandung di dalamnya. Fenol bersifat insektisida dan beracun  karena fenol sangat asam bagi serangga.Tujuan penelitian adalah 1) mengetahui  efektivitas pestisida asap cair terhadap organisme pengganggu tanaman sawi. 2)  mengetahui konsentrasi pestisida asap cair yang paling efektif terhadap serangan  organisme pengganggu tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan metode  Rancangan Acak Lengkap ( RAL ), terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan.  Konsentrasi Asap Cair yang diuji yaitu konsentrasi 0 % (kontrol), 2.5%, 5%, dan  7.5%. Parameter yang diamati adalah jenis organisme pengganggu tanaman yang  ditemukan, serta gejala dan luas serangan. Data yang diperoleh dianalisis  menggunakan SPSS, dan diuraikan secara deskriptif. Uji Anova dilakukan untuk  mengetahui apakah perlakuan yang digunakan memberi pengaruh terhadap serangan  hama sawi. Apabila perlakuan yang diuji memberikan pengaruh maka dilanjutkan  dengan Uji Duncan untuk mengetahui konsentrasi PAC yang berpengaruh nyata  terhadap serangan hama sawi. Uji Anova menunjukkan p-value 0.037 < 0.05, artinya  bahwa perlakuan yang diuji ada pengaruh terhadap tingkat serangan hama. Hasil  analisis dengan Uji Duncan menunjukkan bahwa konsentrasi PAC 2.5% (22.74) tidak  berpengaruh nyata terhadap kontrol 0% (28.07), tetapi berpengaruh nyata terhadap  konsentrasi PAC 5% (14.25) dan 7.5% (11.49). Perlakuan konsentrasi PAC 5% sudah  efektif untuk menurunkan jumlah serangan hama pada tanaman sawi. Organisme  Pengganggu Tamanan ( OPT ) yang menyerang sawi dalam penelitian ini adalah ulat  tritip, ulat daun, belalang kukus hijau, dan kumbang daun.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ANTONIUS MARIO KOPONG LEWOTOBI"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "ANTONIUS MARIO KOPONG LEWOTOBI",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Limbah",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "SAWI",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "ASAP CAIR",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "PESTISIDA",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "KAYU",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "Jati",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-22 10:21:07",
    "last_update": "2025-09-22 10:21:07"
}