{
    "biblio_id": 607,
    "title": "EVALUASI KINERJA SOSIAL EKONOMI DALAM PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MANIKIN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR",
    "type": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "gmd_name": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "PH ONE 24",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) pada prinsipnya bertujuan untuk  mengelola sumberdaya alam secara rasional agar dapat dimanfaatkan secara  maksimal, lestari dan berkelanjutan sehingga terwujud tata air dan ekosistem yang  baik untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, kelestarian, dan keberlanjutan  DAS. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja sosial ekonomi masyarakat di dalam dan sekitar pengelolaan DAS Manikin. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah metode survei dan pengambilan data langsung di lapangan dan  data skunder dari instansi terkait. Pengambilan data lapangan dengan teknik  wawancara. Analisis dalam penelitian ini menggunakan scoring berdasarkan  Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. P.61\/Menhut-II\/2014 Tentang  Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Hasil penelitian ini  menunjukan bahwa pengelolaan DAS Manikin berdasarkan Peraturan Menteri  Kehutanan Republik Indonesia No. P.61\/Menhut-II\/2014 di bidang sosial ekonomi  adalah (1) Tekanan penduduk tinggi, kondisi tersebut dapat dikatakan buruk dimana  jumlah KK jauh lebih besar dari ketersediaan lahan pertanian sehingga diperlukan  pengaturan tentang lahan, (2) Tingkat kesejahteraan rata-rata penduduk di wilayah  DAS Manikin termasuk kategori sangat baik, pendapatan per kapita lebih dari  Rp5.000.000, (3) Penegakan peraturan di wilayah DAS Manikin secara umum sudah  mencapai nilai baik, dipraktikkan terbatas. Ini berarti konservasi tanah sudah  dilakukan tetapi belum sesuai dengan konservasi tanah secara benar, (4) Klasifikasi  perkotaan sangat rendah, (5) Nilai investasi bangunan air di DAS Manikin masuk  dalam kategori tinggi, terlihat dari banyaknya waduk, bendungan, embung dan  cekdam yang dibangun sehingga diperlukan pemeliharaan fungsi bangunan agar  dapat digunakan dalam jangka panjang.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ONESTARSI VAN ROY"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "ONESTARSI VAN ROY",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-23 09:42:47",
    "last_update": "2025-09-23 09:42:47"
}