{
    "biblio_id": 609,
    "title": "KELIMPAHAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN AREN  (ARENGA PINNATA MER) OLEH MASYARAKAT DESA GOLO  ROS DI HUTAN LINDUNG WAE LAKU KECAMATAN RANA  MESE KABUPATEN MANGGARAI TIMUR",
    "type": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "gmd_name": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "PH MER 24",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang dapat dikembangkan untuk  meningkatkan usaha dan pendapatan masyarakat sekitar hutan salah satunya adalah aren  (A. pinnata mer). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan bentuk pemanfaatan tanaman aren di Hutan Lindung Wae Laku, Desa Golo Ros, Kecamatan  Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur. Pengambilan data kelimpahan tanaman aren  menggunakan metode garis berpetak dan data pemanfaatan aren menggunakan metode  observasi dan wawancara. Analisis data kelimpahan dan keanekaragaman jenis  menggunakan Indeks Nilai Penting (INP) dan Indeks Keanekaragaman (H\u2019), analisis  data pemanfaatan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh 16 jenis tumbuhan dan 1.186 jenis individu. Jenis tanaman yang dominan untuk tingakat  semai adalah tanaman tongkak (Centela asiat ) dengan nilai INP 14,774, sedangkan untuk  tingat pertumbuhan pancang, tiang dan pohon adalah tanaman aren, dengan masing\ufffemasing nilai INP 50,300%, 80,006% dan 80,971%. Tingkat pertumbuhan pancang  dengan kriteria kurang di alam, tingkat tiang dan pohon dengan kriteria cukup di alam. hasil perhitungan indeks keanekaragaman pada tingkat semai, pancang, tiang, dan  pohon dikategorikan tinggi dengan nilai masing-masing 8,262; 6,139; 3,706, dan 4,385. Bentuk pemanfaatan tanaman dimanfaatkan sebagai bahan minuman dan perabotan  rumah tangga dengan tujuan untuk dijual dan dikonsumsi. Rata-rata hasil dari penjualan  tuak sopi (minuman tradisional) pada bulan Maret-April adalah Rp 149.300.000 dengan  jumlah tuak sopi yang terjual 1.526 liter. Pada bulan Juni-Agustus mencapai Rp  172,320,000 dengan jumlah tuak sopi yang terjual 2.666 liter. Rata-rata penjualan laru  putih pada buan Maret-April yaitu Rp 47.000.000, bulan Juni-Agustus Rp 3.055.000.  Rata-rata pendapatan Rp 77.770.000\/bulan.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "MERSIANA SULASTRIANIS"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "MERSIANA SULASTRIANIS",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-23 09:49:54",
    "last_update": "2025-09-23 09:49:54"
}