{
    "biblio_id": 636,
    "title": "ANALISIS NERACA AIR DALAM PENENTUAN POLA  DAN WAKTU TANAM PADA SENTRA PRODUKSI  TANAMAN PETSAI DI KABUPATEN SIKKA",
    "type": "LAPORAN PENELITIAN TERAPAN",
    "gmd_name": "LAPORAN PENELITIAN TERAPAN",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2021",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "TIH DAV 21",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "",
    "notes": "Neraca air sangat penting dalam penentuan pola dan waktu tanam karena dengan  menggunakan neraca air dapat mengetahui kebutuhan air dan nilai surplus dan  defisit pada lahan di Kabupaten Sikka. Tujuan penelitian ini adalah 1.) mengetahui  kondisi neraca air lahan dan neraca air tanaman pada lahan sentra produksi petsai  di Kabupaten Sikka; 2.) menghitung rata-rata surplus dan defisit air pada lahan  sentra produksi petsai di Kabupaten Sikka; 3.) merancang pola dan waktu tanam  komoditas petsai yang sesuai untuk wilayah sentra produksi di Kabupaten Sikka.  Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dimana metode yang digunakan adalah  survei dan pengukuran langsung di lapangan. Penentuan titik pengambilan sampel  tanah ditentukan secara purposive dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian  menjawab 1.) kondisi neraca air lahan pada lahan sentra produksi petsai di  Kabupaten Sikka menunjukkan bulan surplus terjadi pada bulan November-April  dan bulan defisit terjadi pada bulan Mei-Oktober. Neraca air tanaman pada lahan  sentra produksi petsai di Kabupaten Sikka menunjukkan rata-rata kebutuhan  air untuk tanaman petsai yaitu pada fase I sebesar 24,00 mm\/tahun, fase II  sebesar 96,01 mm\/tahun, dan fase III sebesar 48,01 mm\/tahun; 2.) rata-rata surplus  air pada sentra produksi tanaman petsai di Kecamatan Tanawawo, Nita, dan  Magepanda terjadi pada bulan November-April dengan rata-rata surplus air terbesar  pada bulan Februari yaitu 108,78 mm. Rata-rata defisit air terjadi pada bulan Mei\ufffeOktober dengan rata-rata defisit air terendah pada bulan Mei yaitu 2,05 mm; 3.)  pola tanam pada wilayah Kecamatan Tanawawo, Nita, dan Magepanda adalah  tumpangsari dan monokultur dengan menerapkan sistem dalam satu lahan  dilakukan waktu tanam yang berbeda. Tumpangsari tanaman petsai dengan jagung  pulut dilakukan pada bulan November dan Februari. Tumpangsari tanaman petsai  dan kacang hijau dilakukan pada bulan Mei. Sedangkan sistem monokultur  diterapkan pada bulan Agustus.",
    "image": "TPH.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "DAVID EUDORA FREDERICO VAN LEO"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "DAVID EUDORA FREDERICO VAN LEO",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-09-25 13:49:46",
    "last_update": "2025-09-25 13:49:46"
}