{
    "biblio_id": 665,
    "title": "KAJIAN RISIKO DAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN FATULEU KABUPATEN KUPANG",
    "type": "TUGAS AKHIR",
    "gmd_name": "TUGAS AKHIR",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "PAB MAR 24",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "635",
    "notes": "Usahatani jagung diperhadapkan pada risiko produksi dan risiko harga yang akan  mempengaruhi tingkat pendapatan petani. Semakin besar risiko yang dihadapi seorang petani, maka semakin besar kemungkinan kerugian yang dialami. Tujuan penelitian adalah untuk  mengkaji risiko produksi, risiko harga, dan pendapatan petani pada usahatani jagung di Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Fatuleu  Kabupaten Kupang dan pengambilan data dilakukan pada April 2024. Data primer yang  digunakan dalam penelitian adalah data musim tanam 2021-2023. Sedangkan data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Populasi penelitian merupakan petani yang melakukan usahatani jagung di Desa Oebola, Desa Camplong II, dan Kelurahan Camplong I. Setiap desa dipilih 12 petani secara Simple Random Sampling, sehingga diperoleh 36 petani sampel. Variabel penelitian meliputi risiko produksi,  risiko harga, dan pendapatan petani pada usahatani jagung. Metode analisis yang digunakan  adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko produksi dan  harga yang ditanggung petani pada usahatani jagung relatif rendah. Namun, agar kondisi ini  tetap terjaga, penting memperkenalkan teknologi pertanian terbaru dan manajemen pasca  panen untuk menjaga stabilitas produksi. Rata-rata pendapatan petani usahatani jagung musim  tanam 2023 sebesar Rp 1.343.494 per hektar dengan rata-rata biaya sebesar Rp 2.389.144 per  hektar dan rata-rata penerimaan sebesar Rp 3.732.639 per hektar. Dengan perbandingan rata\uffferata biaya dan pendapatan yang cukup signifikan, ada ruang untuk mengoptimalkan efisiensi  usahatani jagung melalui penerapan teknik budidaya yang hemat biaya, penggunaan input  berkualitas secara tepat, dan peningkatan akses terhadap pasar",
    "image": "MPLK.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "MARSELINA STESIANA BADUL"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "MARSELINA STESIANA BADUL",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Jagung",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-11-05 08:34:41",
    "last_update": "2025-11-05 08:34:41"
}