{
    "biblio_id": 675,
    "title": "KOMPOSISI JENIS DAN STRUKTUR HUTAN MANGROVE  HASIL REHABILITASI DI PANTAI TANAH MERAH,  NUSA TENGGARA TIMUR",
    "type": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "gmd_name": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2023",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "PH WOL 23",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "635",
    "notes": "Kegiatan rehabilitasi mangrove di Pantai Tanah Merah telah dimulai sejak  tahun 2004 melalui kerjasama antara masyarakat setempat dengan pemerintah  kabupaten Kupang. Upaya ini telah menambah lebih dari 100 hektar tutupan hutan  mangrove di wilayah tersebut. Namun pada kenyataanya kegiatan rehabilitasi hutan  mangrove yang dilakukan tersebut, ada yang berhasil dan ada pula yang gagal.  Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui komposisi jenis dan struktur hutan  mangrove, mengetahui kondisi lingkungan pertumbuhan mangrove dan mengetahui  pengaruh kondisi lingkungan terhadap pertumbuhan mangrove. Metode yang  digunakan dalam penelitian ini adalah metode stystematic sampling, yaitu metode peletakan dan penyebaran klaster dilakukan secara sistematik. Letak dan penyebaran  klaster penelitian disesuaikan dengan klaster permanen penelitian terdahulu.  Pengambilan tiap sampel struktur dan komposisi vegetasi mangrove dilakukan  dengan menggunakan 9 klaster sampling permanen berukuran 50 m \u00d7 50 m. Jarak  setiap petak adalah 100 m \u00d7 100 m. Pada setiap klaster contoh permanen dibuat 13  sub petak berbentuk lingkaran pada posisi yang berbeda. Berdasarkan hasil  penelitian terdapat sembilan jenis vegetasi, yaitu sonneratia alba, Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Sonneratia caseolaris, Lumnitzera racemosa,  Rhizophora apiculata, Avicennia marina dan Aegialitis annulata R.Br. Penelitian ini  menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis hutan mangrove di Pantai Tanah Merah termasuk dalam kategori sedang karena memiliki rata-rata tingkat keanekragaman  jenis adalah 1,16 dan indeks kekayaan jenis hutan mangrove di pantai Tanah Merah  termasuk dalam kategori rendah karena memiliki rata-rata tingkat kekayaan jenis  adalah 0,89. Nilai rata-rata kondisi lingkungan yang diperoleh pada penelitian di  lokasi mangrove Pantai Tanah Merah adalah kemiringan 2,08 %, ketebalan lumpur  71,97 cm, salinitas 28,68 dan pH 7,19. Analisis regresi linear berganda menunjukan  bahwa pH dan ketebalan lumpur berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mangrove, sedangkan salinitas dan kemiringan tidak berpengaruh nyata.",
    "image": "KEHUTANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "WOLFRIDUS BAJO"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "Wolfridus Bajo",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Mangrove",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-11-10 08:00:32",
    "last_update": "2025-11-10 08:00:32"
}