{
    "biblio_id": 677,
    "title": "UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI  EKSTRAK BIJI KELOR (Moringa oleifera Lam) DAN  PENERAPANNYA PADA PRODUK TAHU",
    "type": "LAPORAN PENELITIAN TERAPAN",
    "gmd_name": "LAPORAN PENELITIAN TERAPAN",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "TRP KAT 24",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "635",
    "notes": "Biji kelor (Moringa oliefera Lam) adalah bagian tanaman kelor yang jarang  digunakan padahal memiliki kandungan gizi tinggi dan merupakan sumber  antioksidan alami yang baik. Biji kelor juga memiliki sifat antibakteri yang baik  sehingga dapat membantu memperpanjang umur simpan produk pangan seperti tahu.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persentase aktivitas antioksidan dan  antibakteri dari ekstrak biji kelor serta pengaruhnya terhadap total cemaran bakteri  dan nilai pH tahu yang disimpan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga pengulangan sehingga terdapat 12  satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan yaitu konsentrasi ekstrak biji kelor 0%,  0,5%, 0,75% dan 1% dari 100 mL air sebagai media perendaman tahu. Sebelum  dilakukan pengaplikasian pada tahu, dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dan  antibakteri pada ekstrak. Data yang diperoleh dianalisis varian dan terdapat pengaruh  sangat nyata sehingga dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ekstrak biji kelor memiliki aktivitas antioksidan yang baik  dengan nilai rata-rata persen inhibisinya adalah 54,22% dan memiliki kemampuan  menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan diameter zona hambat  terbaik terdapat pada konsentrasi 100% sebesar 7,25 mm. Hal ini membuktikan  bahwa ekstrak biji kelor dapat memperpanjang umur simpan tahu putih karena  memiliki senyawa antibakteri berupa alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin dan  saponin, dapat menurunkan nilai pH serta hasil Total Plate Count pada perendaman  konsentrasi terbaik yaitu 1% ekstrak biji kelor yang dihasilkan tidak melewati batas  cemaran mikroba pada tahu yaitu 8x105 CFU\/gram.",
    "image": "TPH.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "KATRIN PAULINA RAMBU LODONGO"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "KATRIN PAULINA RAMBU LODONGO",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-11-10 08:21:42",
    "last_update": "2025-11-10 08:21:42"
}