{
    "biblio_id": 680,
    "title": "PENGARUH SUHU AWAL ROASTING GREEN BEANS TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI KOPI ARABIKA (Coffea arabica) DARI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN",
    "type": "LAPORAN PENELITIAN TERAPAN",
    "gmd_name": "LAPORAN PENELITIAN TERAPAN",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2025",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "TRP AND 25",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "635",
    "notes": "Kopi adalah komoditi berharga yang ditanam di daerah perkebunan dan terkenal  karena nilai ekonominya. Kualitas biji kopi sangat bergantung dengan tempat dan  proses penanganan pasca panennya. Biji kopi yang digunakan adalah biji kopi yang  harus memiliki kadar air berkisar antara 10-12,5% sebelum dilakukan proses  penyangraian. Suhu penyangraian yang digunakan akan berpengaruh terhadap kadar  air, keasaman, rasa, aroma dan warna.Tingkatan penyangraian yang dipilih pada  penelitian adalah penyangraian sedang ( medium roast) karena merupakan tingkatan  roasting yang paling banyak digunakan dan memiliki kandungan kafein yanglebih  rendah serta menghasilkan kopi yang cenderung balance aroma, balance keasaman dan  menghasilkan banyak rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu  penyangraian yang berbeda terhadap karakteristik sensori kopi arabika Timor Tengah  Selatan dimana penyeduhan kopi dilakukan dengan metode tubruk, selanjutnya  dilakukan uji sensori menggunakan metode cupping test untuk mengevaluasi atribut  sensori seperti aroma, rasa, keasaman, body, aftertaste, dan keseimbangan cita rasa  kopi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dirancang dalam pola  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu perbedaan suhu  penyangraian sebanyak 4 perlakuan, yaitu: S1 (suhu penyangraian 195\u00baC); S2 (suhu  penyangraian 200\u00baC); S3 (suhu penyangraian 205\u00baC); S4 (suhu penyangraian 210\u00baC),  dengan 4 kali pengulangan. Data dianalisis dengan BNJ dan diuji menggunakan uji  Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf \u03b1 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  perbedaan suhu penyangraian berpengaruh nyata terhadap sifat sensori kopi arabika  berupa aroma, acidity dan body namun tidak berbeda nyata pada parameter aftertaste,  flavour, dan over all. Berdasarkan keselurujan parameter yang diuji, seduhan kopi  arabika yang paling disukai panelis adalah pada perlakuan dengan suhu 200 \u00baC.",
    "image": "TPH.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ANDI FRID ASBANU"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "ANDI FRID ASBANU",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-11-10 10:50:17",
    "last_update": "2025-11-10 10:50:17"
}