{
    "biblio_id": 693,
    "title": "PENGARUH LAMA PERENDAMAN DALAM LARUTAN GULA DENGAN PENAMBAHAN SARI JERUK NIPIS TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MANISAN KERING LABU KUNING (Cucurbita moschata durch)",
    "type": "LAPORAN PENELITIAN TERAPAN",
    "gmd_name": "LAPORAN PENELITIAN TERAPAN",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2025",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "TRP JUN 25",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "635",
    "notes": "Manisan merupakan salah satu bentuk makanan olahan yang banyak disukai oleh  masyarakat. Sari jeruk nipis mengandung asam sitrat yang dapat digunakan sebagai  sumber asam alami. Penggunaan cairan jeruk nipis pada konsentrasi 20-40 mL mampu  meningkatkan penerimaan mutu organoleptik (warna, tekstur dan rasa), selain itu  penambahan sari jeruk nipis juga bertujuan sebagai penambah rasa dan aroma serta  pengawet alami pada manisan labu kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh lama perendaman sari jeruk nipis terhadap pembuatan manisan kering labu  kuning dan pengaruhnya terhadap sifat fisikokimia (kadar air, kadar abu, kadar gula)  dan organoleptik (warna, rasa, tekstur) pada pembuatan manisan kering labu kuning. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dirancang dalam polah  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu lama perendaman dalam  larutan sari jeruk nipis sebanyak 4 perlakuan, yaitu: P1 ( perendaman 5 menit); P2  (perendaman 8 jam); P3 (perendaman 12 jam); P4 (perendaman 24 jam);), dengan 3  kali pengulangan. Data dianalisis dengan ANOVA dan diuji menggunakan uji beda  nyata jujur (BNJ) pada taraf \u03b1 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama waktu  perendaman larutan sari jeruk Perlakuan P4 berbeda nyata terhadap kadar air, kadar  abu, kadar gula, dan untuk organoleptik hanya berpengaruh nyata pada parameter rasa  dan tekstur manisan kering labu kuning. Perlakuan paling disukai panelis berdasarkan  uji mutu hedonik adalah perlakuan P4 yaitu lama perendaman selama 24 jam dengan  kadar air 10,89%, kadar abu 0,88, kadar gula 572,12. Sedangkan Analisis uji  organoleptik warna 3,9; rasa 4,0; dan tekstur 4,0.",
    "image": "TPH.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "JUNIAR AVEYSTA  ALDIN"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "JUNIAR AVEYSTA  ALDIN",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-11-11 09:58:52",
    "last_update": "2025-11-11 09:58:52"
}