{
    "biblio_id": 696,
    "title": "ANALISIS KOMPERATIF FISIKOKIMIA DAN SENSORIS  TERHADAP KOPI ARABIKA MANGGARAI (Coffea  Arabica L) DAN ARABIKA KUNING (Yellow Caturra) MENGGUNAKAN METODE PASCA PANEN DARI TIGA KABUPATEN DI NUSA TENGGARA TIMUR",
    "type": "LAPORAN PENELITIAN TERAPAN",
    "gmd_name": "LAPORAN PENELITIAN TERAPAN",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2025",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "TRP MAR 25",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "635",
    "notes": "Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas fisikokimia dan sensori hasil  proses pasca panen kopi Arabika varietas Coffea Arabica L dan Yellow caturra yang  berbeda dari tiga Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (Manggarai Timur, Ngada, dan  Sumba Barat). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  enam kombinasi perlakuan dan tiga pengulangan sehingga terdapat 18 satuan unit  percobaan. Parameter uji kualitas fisikokimia yang dilakukan adalah nilai kadar air,  warna kopi sangrai, nilai pH, kadar total asam, dan kandungan kafein. Sedangkan atribut  sensoris yang diuji berupa warna, aroma, dan cita rasa hasil seduhan kopi sangrai dari  tiga metode proses pasca panen tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis  kadar air kopi mencapai rata-rata antara 11,57% - 12,07%, dimana nilai tersebut  memenuhi mutu standard biji kopi yang ditentukan SNI. Analisis warna biji kopi  berdasarkan hasil uji menggunakan chromameter diperoleh data nilai L* (lightness), a*  (redness), dan b* (yellowness) terbaik terdapat pada kopi dengan varietas Coffea Arabica  L. Analisis nilai pH yang terbaik terdapat pada perlakuan Coffea Arabica L pasca panen  KabupatenManggarai Timur dengan nilai rata-rata 5,24. Nilai total asam yang terbaik  terdapat pada perlakuan Yellow Caturra pasca panen Kabupaten Sumba Barat dengan  nilai rata-rata 12,2%. Analisis kadar kafein yang terbaik terdapat pada perlakuan kopi  Yellow Caturra pasca panen Kabupaten Ngada dengan nilai rata-rata 8,32%. Hasil uji  sensoris berdasarkan tingkat kesukaan panelis terhadap warna kopi seduhan yang terbaik  terdapat pada perlakuan kopi yellow caturra pasca panen Kabupaten Manggarai Timur dengan nilai rata-rata 4,06. Aroma kopi seduhan terbaik terdapat pada kombinasi Coffea  Arabicca L pasca panen Kabupaten Ngada dengan nilai rata-rata 3,91 dan pada parameter  citarasa yang terbaik menurut panelis terdapat pada perlakuan Coffea Arabica L pasca  panen Kabupaten Manggarai Timur dengan nilai rata-rata 3,44.",
    "image": "TPH.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "MARIANA GORETI DELVINA INTAN"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "MARIANA GORETI DELVINA INTAN",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Fisikokimia",
                "topic_type": "t"
            }
        },
        {
            "subject": {
                "topic": "Kopi Arabika",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-11-11 10:16:58",
    "last_update": "2025-11-11 10:16:58"
}