{
    "biblio_id": 700,
    "title": "PENGARUH FLUKTUASI CUACA TERHADAP  KESELAMATAN KERJA NELAYAN DI PELABUHAN  PERIKANAN PANTAI (PPP) KUPANG",
    "type": "SKRIPSI",
    "gmd_name": "SKRIPSI",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "AGP OSK 24",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "636",
    "notes": "Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fluktuasi cuaca  terhadap keselamatan kerja nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (ppp) kupang,  mengetahui langkah-langkah yang dapat diambil oleh nelayan untuk meningkatkan  keselamatan kerja nelayan dalam menghadapi fluktuasi cuaca. jenis penelitian yang  digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. populasi dalam penelitian ini  adalah seluruh masyarakat nelayan yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Pantai Kupang sebanyak 500 orang, dengan kisaran umur 20-50 tahun, pengambilan  sampel menggunakan rumus slovin, sehingga total sampel yang digunakan dalam  penelitian ini sebanyak 83 responden. analisis data yang digunakan adalah regresi  linear sederhana dan analisis bivariat. hasil temuan dalam penelitian ini  menunjukan bahwa variabel fluktuasi cuaca memiliki nilai koefisien sebesar 0,376.  hal ini berarti koefisien variabel fluktuasi cuaca (x) memiliki pengaruh nilai positif  (searah) terhadap kecelakan kerja nelayan (y), ini berarti setiap peningkatan satu  unit dalam fluktuasi cuaca akan meningkatkan nilai variabel terikat sebesar 0,376  unit, dengan asumsi fluktuasi cuaca tetap konstan. hasil penelitian ini menunjukan  bahwa keselamatan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu variabel usia,  pendidikan, masa kerja berdasarkan data, namun ditemukan hubungan signifikan  secara statistik antara usia, tingkat pendidikan, atau masa kerja nelayan dengan jenis  kecelakaan kerja. nelayan muda lebih rentan terhadap kecelakaan karena kurang  pengalaman, tetapi tidak ada hubungan signifikan dengan kecelakaan tertentu.  kecelakaan terpeleset lebih sering terjadi pada nelayan berpendidikan smp, dan  nelayan dengan masa kerja 1-2 tahun lebih sering terpeleset, sementara mereka  yang bekerja lebih lama (5-6 tahun) lebih sering mengalami luka. meskipun tidak  signifikan, hasil ini memberikan wawasan penting untuk meningkatkan pelatihan  keselamatan. langkah-langkah yang diambil oleh nelayan yaitu mengikuti pelatihan  k3, pengecekana ulang peralatan kapal, penggunaan apd dan evaluasi prosedur  kerja.",
    "image": "PERIKANAN.jpeg.jpeg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "OSKAR RANDI DOR"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "OSKAR RANDI DOR",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Fluktuasi Cuaca",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-11-12 08:16:41",
    "last_update": "2025-11-12 08:16:41"
}