{
    "biblio_id": 805,
    "title": "IDENTIFIKASI PERILAKU PETANI DALAM  PENGENDALIAN HAMA KEONG MAS PADA TANAMAN PADI SAWAH DI DESA KAMOT KECAMATAN ALOR TIMUR LAUT KABUPATEN ALOR",
    "type": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "gmd_name": "KARYA ILMIAH TUGAS AKHIR",
    "publisher_name": "POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG",
    "publish_place": "KUPANG",
    "publisher_year": "2025",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "ERM PPLK 25",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "635",
    "notes": "Keong emas merupakan hama penting bagi sawah karena serangannya yang  sangat merugikan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis  pengendalian hama keong emas di sawah yang digunakan oleh petani di Desa  Kamot dan untuk mengetahui waktu, proses dan dasar pertimbangan petani  dalam pengendalian hama keong emas sesuai dengan jenis yang digunakan.  Penelitian dilakukan pada Agustus \u2013 September 2023 dengan metode survei  terhadap 60 responden petani. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan  menggunakan metode deskriptif dan analisis distribusi frekuensi. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa petambak menguasai 1 tipe yaitu mekanik 45%  ( kategori sedang), petambak menguasai 2 yaitu tipe mekanik dan kultur teknis  55% ( kategori sedang). Kontrol tipe mekanis dan kultur teknis dilakukan  sepanjang musim tanam 100% dan bila tingkat serangan keong mas tingi 50%  dengan proses memetik dan mengumpulkan siput emas dan telurnya dengan  tangan 100% dan menggunakan tumbuhan widuri sebagai umpan 35%. sedangkan menyulam tanaman padi 51,6%. Dasar pertimbangannya adalah  sesuai dengan budaya lokal, hemat biaya dan hemat material serta tidak rumit  pada kategori tinggi (100%), sedangkan petani yang memilih karena sesuai ketersediaan sumber daya berada pada kategori sedang (35%). Kontrol jenis  budaya teknis dilakukan ketika infestasi hama siput emas tinggi dengan bordir.  Dasar pertimbangannya adalah karena sesuai dengan lingkungan, sesuai dengan  budaya lokal, sesuai dengan ketersediaan sumber daya dan hemat biaya dan  tidak rumit sebesar 51,66% (kategori sedang). Sementara itu, mereka yang  memilihnya karena penghematan materi sebesar 21,66% (kategori rendah).",
    "image": "MPLK.jpeg.jpeg",
    "files": "",
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "ERMINA SILANG LANGET",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-12-15 09:17:46",
    "last_update": "2025-12-15 09:17:46"
}